“Saya Bangga Jadi Orang Kuningan”

7 09 2011

Judul tulisan ini saya kutip dari sambutan Bupati Kuningan, Bpk. H. Aang Hamid Suganda, S.Sos., ketika menghadiri acara Halal Bilhalal Iedul Fitri 1432 H. dengan para tokoh masyarakat, para perantau, hadirin undangan, dan masyarakat umum yang diselenggarakan di Desa tanah kelahiran orang tua beliau yakni Desa Karangtawang Kec./Kab. Kuningan (Ibunda beliau dari Kel. Winduhaji, ayahandanya dari Desa Karangtawang) pada hari Kamis tanggal 2 Syawal 1432 H atau 1 September 2011 M. Pada kesempatan itu penulis ikut menyimak isi pidato/sambutan beliau. Ya, itulah kata-kata beliau yang saya ingat terus bahwa orang Kuningan harus bangga dengan tanah kelahirannya. Pak Bupati juga bangga jadi orang Kuningan, dan dipercaya memimpin kabupaten ini. Masyarakat Kuningan pada umumnya juga hendaknya bangga pula telah dilahirkan di tanah kelahirannya, wilayah Kabupaten Kuningan. Mengapa harus bangga…???? Baca entri selengkapnya »





Terharu….., Ada Jalan Baru “Windu” … !!!

22 08 2011

Baru-baru ini saya begitu kaget, tetapi sekaligus juga gembira karena melihat ada nama plang jalan terbilang baru yang sepertinya baru dipasangkan dengan nama tulisan WINDU. Ya, ada jalan Windu sekarang di Kuningan yang membentang mulai Desa Karangtawang (di perbatasan dengan Desa Lengkong) ke arah Barat, yang berarti termasuk jalan raya Desa Karangtawang – Desa Winduhaji sampai ke Kelurahan Awirarangan. Jalan Windu di Awirarangan berarti bersambungan dengan Jalan Jendral Sudirman, yaitu jalan yang membentang mulai dari perempatan Toserba Terbit (timur alun-alun kota Kng) sampai ke daerah Bojong Awirarangan. Baca entri selengkapnya »





Silsilah Sang Adipati Kuningan

13 10 2010

Berikut ini saya susun silsilah Sang Adipati Kuningan (Raja Daerah Kuningan pada akhir abad XV – awal abad XVI Masehi) berdasarkan sumber sejarah yang ada. Mudah-mudahan ada manfaatnya, khususnya buat pengetahuan warga masyarakat Kuningan sendiri, dan para pembaca pada umumnya. Bilamana masih ada kekeliruan mohon sumbangsih saran/masukannya. Terima kasih


Baca entri selengkapnya »





Trahing Kusumah, Rembesing Madu, Wijining Tapa, Tedhaking Andanawarih

28 09 2010

Saya masih selalu teringat dengan istilah kata tersebut di atas ketika masih di bangku kuliah mata pelajaran Sejarah Tradisional / Sejarah Lokal di bawah bimbingan Ibu Dra. Hj. Nina Herlina Lubis, M.S sekitar tahun 1991 (sekarang beliau sudah bergelar Prof. Dr.). Pada saat pembelajaran di ruang kuliah beliau memberikan pertanyaan tentang sifat & ciri seorang pemimpin yang dapat diangkat menjadi seorang raja dalam suatu pemerintahan tradisional (kerajaan). Menanggapi pertanyaan itu reaksi dari teman-teman waktu itu berbagai macam. Kemampuan pengetahuan yang mereka miliki barangkali dicoba untuk ditumpahruahkan demi menjawab pertanyaan yang dilontarkan tadi. Di lain pihak bahkan ada yang malah justru merasa ketakutan ketika disuruh menanggapi pertanyaan tersebut. Pokoknya berbagai reaksi muncul, mulai dari yang sok berteori, berspekulasi, berlagak nyaho betul, berdalih ini-itu, yang ngawur, ngayayay, sampai yang ketakutan segala juga ada. Baca entri selengkapnya »





Kuningan Tandang Maju Tanding

30 08 2010

Saya sangat terkesan dengan sebuah lagu mars Kab Kuningan yang baru dirilis dan dipublikasikan sekitar awal tahun 2010. Judul lagu tersebut adalah “Kuningan Tandang Maju Tanding”. Saya kutip sepenggal lirik lagu tersebut berikut ini :
“Kuningan Tandang Maju Tanding,
sumanget juang jadi pakarang pikeun ngawangun
mapag mangsa kertaraharja”
Menurut bagian Humas Setda Kuningan syair dari Lagu Terbaru Kuningan Tandang Maju Tanding tersebut diciptakan oleh seniman Kuningan Con Hasanudin, S.Pd dan berhasil diaransemen oleh Drs. Cecep Amelia seorang guru di SMP 1 Kuningan. Lagu ini mencerminkan kegigihan Kuningan dalam membangun dalam segala bidang. Baca entri selengkapnya »





Kuningan, Kuning Yang Agung, dan Kuning Ayu

29 07 2010

Asal-usul nama Kuningan, selain berarti “logam kuningan” yang disimbolkan dengan bentuk “bokor” kuningan yang akhirnya menjadi maskot Kab. Kuningan bersamaan dengan simbol “Kuda Si Windu”, konon nama Kuningan juga diartikan sebagai bentuk kiasan dari “Kuning Yang Agung”. Memandang warna kuning memang akan memberikan efek orang yang melihatnya akan terpesona oleh kecerahan dan ke”gebyaran” warna kuning tadi. Warna kuning yang mungkin mirip dengan warna emas sebagai simbol logam mulia ini, kiranya menjadi unsur sugesti agar daerah yang disebut kuningan ini menjadi daerah yang mempunyai daya pikat atau kekuatan seperti warna kuning yang melambangkan keagungan ini. Baca entri selengkapnya »





Saham Orang Kuningan di Ibukota Jakarta

22 06 2010

Menilik sejarahnya ibukota Jakarta ternyata nenek moyang orang Kuningan Jawa Barat pernah ikut andil dalam membangun pemukiman masyarakat di sana. Hal itu berawal ketika dulu, tepatnya tahun 1522, terjadi peristiwa penyerbuan pasukan Fatahillah dari kerajaan Demak untuk mengusir tentara Portugis di Sunda Kelapa. Ikut bergabung di dalam pasukan tentara Fatahillah diantaranya sekelompok pasukan balabantuan yang direkrut dari Kerajaan Cirebon dan Kuningan (Jawa Barat). Kelompok pasukan dari Kuningan ini dipimpin oleh Sang Adipati Kuningan sendiri (Suranggajaya) dan panglima perangnya (senapati) bernama Ewangga. Dalam peristiwa tersebut akhirnya pasukan gabungan pimpinan Fatahillah tadi berhasil merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis. Peristiwa gemilang ini diabadikan dengan perubahan nama Sunda Kelapa dengan sebutan baru yaitu JAYAKARTA, Jaya = kemenangan, karta = abadi. Kelak nama Jayakarta ini akhirnya dikenal dengan nama JAKARTA sampai sekarang ini. Baca entri selengkapnya »