Islamisasi Daerah Kuningan

6 02 2015

Kata Islamisasi berasal dari bahasa Inggris, Islamization, yang berarti pengislaman, upaya agar seseorang menjadi penganut agama Islam (muslim). Jelas, di dalam kata-kata Islamisasi dan pengislaman itu terkandung makna “ kata kerja” (kegiatan), dinamis, aktiv; bukan “kata benda”, kemandegan, pasif. Upaya dimaksud berwujud seorang muslim menyampaikan ajaran agaa Islam kepada orang lain. Upaya tersebut dapat dilakukan secara individual dan dapat di lakukan pula secara masal. Hasil dari kegiatan itu dapat berwujud secara kuantitas (berupa jumlah orang yang menganut agama Islam) dan dapat pula berwujud secara kualitas (berupa tingkat keislaman seorang muslim, baik yang menyangkut tingkat keimanan, tingkat penguasa ilmu agama, maupun tingkat pengalamannya). Karena itu Islamisasi bukanlah suatu peristiwa, melainkan suatu proses. Proses tersebut dapat dijabarkan berupa rangkaian peristiwa yang dapat diklasifikasikan secara vertical dan juga secara horizontal. Baca entri selengkapnya »





Masuknya Islam ke Kuningan

6 02 2015

Permulaan Masuknya Islam di Kuningan

Berdasarkan penelitian sejarah diketahui bahwa Cirebon pernah menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat. Dari Cirebon agama Islam disebarkan oleh Sunan Gunung Jati ke daerah Banten, sehingga selanjutnya Cirebon menjadi pusat penyebaran agama Islam di bagian Timur Jawa Barat, dan Banten menjadi pusat penyebaran agama Islam di bagian Barat Jawa Barat (Ekadjati, 1975:104).Tumbuhnya pusat-pusat kegiatan agama Islam ini dimungkinkan karena daerah tersebut, terutama Cirebon, terlebih dulu tumbuh menjadi daerah kekuatan politik Islam yang sejak kelahirannya terus mengalami kemajuan dan perkembangan pesat. Lahirnya kekuatan politik Islam di Cirebon itu tidak dapat dipisahkan dengan proses penyebaran Islam di Nusantara, yaitu setelah daerah ini banyak dikunjungi dan didatangi para pedagang muslim seperti dari Arab, Persia dan India.

Carita Purwaka Caruban Nagari (selanjutnya disingkat CPCN) di antaranya telah mencatat bahwa agama Islam masuk ke Cirebon sekitar abad ke-14 Masehi, di mana pada waktu itu di Cirebon telah terdapat pemukiman Islam (Atja, 1986: 196). Baca entri selengkapnya »





Alhamdulillah… telah terbit Buku Sejarah “Kabupaten Kuningan dari Masa Ke Masa”

22 09 2014

Alhamdulillah bertepatan dengan hari Jadi Kuningan ke-516 pada tanggal 1 September 2014 buku Sejarah Kuningan berjudul Kabupaten Kuningan dari Masa ke Masa terbit dan beredar, dibagikan sebagai kado istimewa kepada para tamu undangan yang hadir pada puncak peringatan HUT Kuningan ke-516 bertempat di Gedung DPRD Kuningan.

Buku Kab Kuningan dari Masa ke Masa  Tim Penulis Buku Sej Kuningan

 

Baca entri selengkapnya »





Ratu Selawati Terlahir Kembali ?

4 01 2014

Terbersit dalam pikiran saya ketika melihat realita kehidupan pemerintahan di Kuningan masa kini, di mana pemegang tampuk pemerintahan di Kuningan sejak akhir tahun 2013 mulai dipimpin Bupati dari kaum hawa (wanita) yaitu Ibu Utje, apakah ini artinya memang faktor kebetulan atau tidak, atau kodrat/takdir bahwa Kuningan di zaman lampau pun sebenarnya pernah diperintah kaum hawa yakni seorang ratu yang memerintah Kuningan pada zaman peralihan Hindu ke Islam (sekitar pertengahan abad XV) bernama Ratu Selawati. Apakah ini artinya sekarang Ratu Selawati terlahir kembali ? Baca entri selengkapnya »





Tahun 1819: Kuningan sebagai Kabupaten, Tahun 1498: Kuningan sebagai Ke-adipati-an (Kadipaten), Abad ke-8: Kuningan sebagai Kerajaan “Saunggalah”, Zaman Prasejarah: Kuningan sebagai Kelompok Suku

26 08 2013

Seperti yang sudah saya kupas dalam tulisan terdahulu, dan sekedar menggarisbawahi kembali apa yang sudah diuraikan itu bahwa pada intinya periode pemerintahan di Kuningan berlangsung dalam 4 katagori masa yang berurutan yaitu:
1. Masa pemerintahan Kelompok Suku (prasejarah)
2. Masa pemerintahan Kerajaan (Hindu)
3. Masa pemerintahan Keadipatian/Kadipaten (Islam)
4. Masa pemerintahan Kabupaten (Hindia Belanda)
Penjelasan dari periode masa pemerintahan itu adalah sebegai berikut: Baca entri selengkapnya »





Silsilah Sang Adipati Kuningan

13 10 2010

Berikut ini saya susun silsilah Sang Adipati Kuningan (Raja Daerah Kuningan pada akhir abad XV – awal abad XVI Masehi) berdasarkan sumber sejarah yang ada. Mudah-mudahan ada manfaatnya, khususnya buat pengetahuan warga masyarakat Kuningan sendiri, dan para pembaca pada umumnya. Bilamana masih ada kekeliruan mohon sumbangsih saran/masukannya. Terima kasih


Baca entri selengkapnya »





Trahing Kusumah, Rembesing Madu, Wijining Tapa, Tedhaking Andanawarih

28 09 2010

Saya masih selalu teringat dengan istilah kata tersebut di atas ketika masih di bangku kuliah mata pelajaran Sejarah Tradisional / Sejarah Lokal di bawah bimbingan Ibu Dra. Hj. Nina Herlina Lubis, M.S sekitar tahun 1991 (sekarang beliau sudah bergelar Prof. Dr.). Pada saat pembelajaran di ruang kuliah beliau memberikan pertanyaan tentang sifat & ciri seorang pemimpin yang dapat diangkat menjadi seorang raja dalam suatu pemerintahan tradisional (kerajaan). Menanggapi pertanyaan itu reaksi dari teman-teman waktu itu berbagai macam. Kemampuan pengetahuan yang mereka miliki barangkali dicoba untuk ditumpahruahkan demi menjawab pertanyaan yang dilontarkan tadi. Di lain pihak bahkan ada yang malah justru merasa ketakutan ketika disuruh menanggapi pertanyaan tersebut. Pokoknya berbagai reaksi muncul, mulai dari yang sok berteori, berspekulasi, berlagak nyaho betul, berdalih ini-itu, yang ngawur, ngayayay, sampai yang ketakutan segala juga ada. Baca entri selengkapnya »