Islamisasi Daerah Kuningan

6 02 2015

Kata Islamisasi berasal dari bahasa Inggris, Islamization, yang berarti pengislaman, upaya agar seseorang menjadi penganut agama Islam (muslim). Jelas, di dalam kata-kata Islamisasi dan pengislaman itu terkandung makna “ kata kerja” (kegiatan), dinamis, aktiv; bukan “kata benda”, kemandegan, pasif. Upaya dimaksud berwujud seorang muslim menyampaikan ajaran agaa Islam kepada orang lain. Upaya tersebut dapat dilakukan secara individual dan dapat di lakukan pula secara masal. Hasil dari kegiatan itu dapat berwujud secara kuantitas (berupa jumlah orang yang menganut agama Islam) dan dapat pula berwujud secara kualitas (berupa tingkat keislaman seorang muslim, baik yang menyangkut tingkat keimanan, tingkat penguasa ilmu agama, maupun tingkat pengalamannya). Karena itu Islamisasi bukanlah suatu peristiwa, melainkan suatu proses. Proses tersebut dapat dijabarkan berupa rangkaian peristiwa yang dapat diklasifikasikan secara vertical dan juga secara horizontal. Baca entri selengkapnya »

Iklan




Alhamdulillah… telah terbit Buku Sejarah “Kabupaten Kuningan dari Masa Ke Masa”

22 09 2014

Alhamdulillah bertepatan dengan hari Jadi Kuningan ke-516 pada tanggal 1 September 2014 buku Sejarah Kuningan berjudul Kabupaten Kuningan dari Masa ke Masa terbit dan beredar, dibagikan sebagai kado istimewa kepada para tamu undangan yang hadir pada puncak peringatan HUT Kuningan ke-516 bertempat di Gedung DPRD Kuningan.

Buku Kab Kuningan dari Masa ke Masa  Tim Penulis Buku Sej Kuningan

 

Baca entri selengkapnya »





Ratu Selawati Terlahir Kembali ?

4 01 2014

Terbersit dalam pikiran saya ketika melihat realita kehidupan pemerintahan di Kuningan masa kini, di mana pemegang tampuk pemerintahan di Kuningan sejak akhir tahun 2013 mulai dipimpin Bupati dari kaum hawa (wanita) yaitu Ibu Utje, apakah ini artinya memang faktor kebetulan atau tidak, atau kodrat/takdir bahwa Kuningan di zaman lampau pun sebenarnya pernah diperintah kaum hawa yakni seorang ratu yang memerintah Kuningan pada zaman peralihan Hindu ke Islam (sekitar pertengahan abad XV) bernama Ratu Selawati. Apakah ini artinya sekarang Ratu Selawati terlahir kembali ? Baca entri selengkapnya »





Kuningan Dahulu dan Sekarang

26 08 2013

Bila menilik kembali perjalanan panjang sejarah Kuningan, banyak sekali hal-hal yang bisa diungkapkan. Mengungkap berbagai aspek dari perjalanan sejarah itu dari berbagai sudut pandang. Tentunya akan membutuhkan waktu lama dan ruang yang besar bila harus membahas semua kondisi dari perjalanan sejarah Kuningan ini. Oleh karena itu saya hanya akan membatasinya pada persoalan keberhasilan-keberhasilan atau kesuksesan-kesuksesan yang pernah dicapai oleh pemerintahan di Kuningan pada masa dahulu sampai yang dirasakan masa sekarang. Keberhasilan yang dimaksud terutama keberhasilan dalam bidang pembangunan yang membawa peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kuningan. Baca entri selengkapnya »





Tahun 1819: Kuningan sebagai Kabupaten, Tahun 1498: Kuningan sebagai Ke-adipati-an (Kadipaten), Abad ke-8: Kuningan sebagai Kerajaan “Saunggalah”, Zaman Prasejarah: Kuningan sebagai Kelompok Suku

26 08 2013

Seperti yang sudah saya kupas dalam tulisan terdahulu, dan sekedar menggarisbawahi kembali apa yang sudah diuraikan itu bahwa pada intinya periode pemerintahan di Kuningan berlangsung dalam 4 katagori masa yang berurutan yaitu:
1. Masa pemerintahan Kelompok Suku (prasejarah)
2. Masa pemerintahan Kerajaan (Hindu)
3. Masa pemerintahan Keadipatian/Kadipaten (Islam)
4. Masa pemerintahan Kabupaten (Hindia Belanda)
Penjelasan dari periode masa pemerintahan itu adalah sebegai berikut: Baca entri selengkapnya »





“Saya Bangga Jadi Orang Kuningan”

7 09 2011

Judul tulisan ini saya kutip dari sambutan Bupati Kuningan, Bpk. H. Aang Hamid Suganda, S.Sos., ketika menghadiri acara Halal Bilhalal Iedul Fitri 1432 H. dengan para tokoh masyarakat, para perantau, hadirin undangan, dan masyarakat umum yang diselenggarakan di Desa tanah kelahiran orang tua beliau yakni Desa Karangtawang Kec./Kab. Kuningan (Ibunda beliau dari Kel. Winduhaji, ayahandanya dari Desa Karangtawang) pada hari Kamis tanggal 2 Syawal 1432 H atau 1 September 2011 M. Pada kesempatan itu penulis ikut menyimak isi pidato/sambutan beliau. Ya, itulah kata-kata beliau yang saya ingat terus bahwa orang Kuningan harus bangga dengan tanah kelahirannya. Pak Bupati juga bangga jadi orang Kuningan, dan dipercaya memimpin kabupaten ini. Masyarakat Kuningan pada umumnya juga hendaknya bangga pula telah dilahirkan di tanah kelahirannya, wilayah Kabupaten Kuningan. Mengapa harus bangga…???? Baca entri selengkapnya »





Terharu….., Ada Jalan Baru “Windu” … !!!

22 08 2011

Baru-baru ini saya begitu kaget, tetapi sekaligus juga gembira karena melihat ada nama plang jalan terbilang baru yang sepertinya baru dipasangkan dengan nama tulisan WINDU. Ya, ada jalan Windu sekarang di Kuningan yang membentang mulai Desa Karangtawang (di perbatasan dengan Desa Lengkong) ke arah Barat, yang berarti termasuk jalan raya Desa Karangtawang – Desa Winduhaji sampai ke Kelurahan Awirarangan. Jalan Windu di Awirarangan berarti bersambungan dengan Jalan Jendral Sudirman, yaitu jalan yang membentang mulai dari perempatan Toserba Terbit (timur alun-alun kota Kng) sampai ke daerah Bojong Awirarangan. Baca entri selengkapnya »