Inggis Ku Bisi, Rempan Ku Sugan

24 05 2012

Saya sebagai warga Kab. Kuningan kiranya punya hak untuk berpendapat seputar Pembentukan Provinsi Cirebon yang di dalamnya akan memasukan Kab. Kuningan menjadi bagian dari propinsi ini. Sebagaimana sudah diketahui oleh publik bahwa Provinsi Cirebon akan menjadikan Kab/Kota Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Majalengka, dan Kab. Kuningan menjadi bagian provinsi baru (Prov. Cirebon) yang memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat di posisi awalnya. Alasan mengapa perlu ada pemekaran provinsi baru di Pulau Jawa ini menurut kelompok P3C katanya bahwa intinya untuk atau demi kesejahteraan masyarakat wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Tapi maaf, saya punya pemikiran dan prediksi lain.


Aksi

Information

21 responses

1 06 2012
Media esa

Sunda itu lebih dari sekedar suku bahasa, lihat Sejarah Peradaban Aspek Geologi Geografi. “Benua Sunda”, Karenanya ada Sunda besar ( pula Jawa Sumatra dll), Sunda kecil (pula Bali Nusatenggara dll Sunda Kelapa Jakarta sekitarnya) … jadi maknai SUNDA itu di hati Rasa Jati-Sejatina Rasa-Rasa Sejati. Fakta sejarah, Jadi ada dua penerus sah dari tahta KERAJAAN SUNDA yang menjadi raja besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
1. Sanjaya / Rakeyan Jamri / Prabu Harisdama, raja ke 2 Kerajaan Sunda (723 – 732M), menjadi raja di Kerajaan Mataram (Hindu) (732 – 760M). Ia adalah pendiri Kerajaan Mataram Kuno, dan sekaligus pendiri Wangsa Sanjaya. (Candi Prambanan)
2. Raden Wijaya (PRABU SANG NARARYA SANGGRAMAWIJAYA), penerus sah Kerajaan Sunda ke – 27, yang lahir di Pakuan, menjadi Raja Majapahit pertama (1293 – 1309 M).

Lebih lanjut, karena itu Gadjah Mada yang jasanya besar bagi Majapahit, langsung di Pecat karena Mengadakan Perang Bubat,
Jadi, maknai semua itu Sunda Rasa, yang membedakan hanya bahasa nya saja, ya penyebaran bahasa saja. Kalau mau lebih jauh pelajari Sejarah bahasa, Satu keturunan Nabi Adam AS, tp jadi berbagai bahasa.

Karena itu pembentukkan Provinsi berdasarkan Kesatuan Geografis, bukan masalah perbedaan bahasa, karena pada dasarnya sama2 “SUNDA”, … Syarief Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) itu cucunda Prabu Siliwangi. Adipati Kuningan sendiri pernah memimpin Kasultanan Cirebon bergelar Adipati Carbon. Ratu Embat Kasih sodara, Wiralodra sodara juga dari Nyi Tepangsari (putri pembesar Majapahit, salah Isteri Sunan Gunungjati). Barangkali mau, kita bisa mediumitasi tanya Leluhur seperti di acara Dua Dunia, Terbongkarlah sudah Arti SUNDA sebenarnya, bahwasanya Ciayumajakuning itu sudah memaknai arti Sunda yang sebenarnya “Sadudulur, Para Leluhur”. Semoga bermanfaat bagi Sunda, Sunda Wiwitan/Aseli. Bilih aya kaleupatan, sim kuring nuhun pangampura, Htr Nuhun, Matur Nuwun,. Wassalam🙂

5 06 2012
aditya

Hatur nuhun, Terima kasih, atas komentar tsb di atas. Iya sy sndiri sdh memaklumi, mngtahui hal ihwal tsb di atas berkaitan dg “SUNDA” sbgmana prnah dikupas oleh Prof Dr.H. Edi S.Ekadjati (alm) dlm buku terakhir beliau dan yg lainnya. Sebagaimana juga ilmu sejarah yg berbicara 3 dimensi waktu: masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang, maka dg adanya rencana pmbentukan Prov. Crb ada hal yang dikuatirkan ke depan, tentunya setelah melihat kejadian2 sejarah sbelumnya baik kejadian mnyenangkan & tdk mnyenangkan. Terutama dg kejadian “Perang Bubat” tsb tempo dulu. Mngkin tahu apa yg dimaksud. Apakah dg kemungkinan pmbentukan prov. Crb kelak, mgkinkah seolah-olah sinonim dg Prg Bubat versi abad 21 …???? Ini diantaranya yg dmksud: “Inggis ku bisi rempan ku sugan”

1 12 2012
dadan

Assalamu’alaikum Kang, saya malah punya perkiraan lain. Masih diperdebatkan masalah ada tidaknya perang bubat, sebab tidak ada barang bukti sejarah perang bubat melainkan naskah kuno yang diterjemahkan dan diterbitkan sarjana belanda, baik itu Pararaton maupun Kidung Sunda. Menjelang kedatangan jepang, Pemerintah Belanda melarang cerita daerah, kecuali yang diterbitkan Belanda. Nah dari situ Perkiraan saya tertuju pada Uga/Wangsit Siliwangi. dan saya mengartikan Pajajaran Anyar itu yaitu sinonim dengan kata berjajarnya pulau pulau, alias Nusatara Jaya Kembali. Kembalinya Kejayaan Nusantara itu adalah Kejayaan masing2 plus AKUR. Justeru bila tidak terbentuk PROCIR, ini yang akibatnya terjadi “Inggis Ku Bisi Rempan Ku Sugan”. dan akan semakin jauh Kembalinya Kejayaan Nusantara … Wa Allahu’alam, Htr Nuhun Kang🙂.

3 04 2013
Nandi

Saya orang cirebon gk terima dibilang “sunda”. Java is java dari indonesia belum berdiri pulau ini ttep java

9 10 2012
Chiara Aja

Apakah seandainya nanti Prov. Cirebon berdiri, masyarakat Kab.Kuningan akan lebih sejahtera, perlu perencanaan yang matang dan pemikiran yang cerdas.

16 10 2012
Musa

BUKAN SINETRON !!!, … hanya Penggaris kecil si “Windu” dari CIAYUMAJAKUNING

Pro-Kontra menyelimuti existensi Prabu Si
liwangi (PS)… Naskah-naskah kuno, Prasasti-prasasti, Cerita-cerita Rakyat antara Fakta-Fiksi berbaur Mitos, ditambah lagi Catatan gelap kaum Imprialisme dll. Semua memiliki argumentasi dan meyakini keargumentasiannya masing-masing. Sebagian mengagungkan – sebagian yang lain mencemoohkan bahkan menyesatkan, … biarlah Dinamika itu terjadi sebagaimana mestinya.

Demikianlah satu rangkaian kata yang dapat saya ingat, “Jangan Su’udzon”, … bagi saya rangkaian kata itu menjadi salah satu modal, Semoga mendapat Berkah dan RahmatNya, Aamiin YRA🙂

PS seorang Muslim, … Jika PS bukan seorang Muslim, bagaimana mungkin tanpa paksaan PS, seorang Syekh Quro sebagai ulama besar lagi hafiz, tidak melarang atau bermaksud mengorbankan muridnya yang seorang Muslimah, yaitu Nyi Subang Larang (NSL) menikah dengan PS yang bukan Muslim, sebagai Imam Keluarga kelak ??? … Dengan dua syarat yang harus disanggupi PS agar dapat menikahi NSL, yaitu “Lintang Kerti Jejer Seratus” untuk dipahami dihati dan dijiwai PS/Kiasan pengucapan dua kalimat Syahadat bahwasanya PS adalah Muslim, dan PS harus menunaikan Janji agar kelak dijadikannya keturunan PS-NSL sebagai Raja-raja/Penguasa sehingga mampuni menyebarkan ajaran Islam dengan Kekuasaan dan Kekuatan yang membijaksanai masuknya ajaran Islam secara damai. Dua syarat dari NSL, disanggupi PS. PS Muslim menikahi NSL Muslimah yang dikaruniai tiga orang anak, yaitu Raden Walang Sungsang (WS), Nyi Rara Santang (RS) dan Raja Sangara alias Raden Kian Santang (KS).

Disatu sisi PS seorang Muslim, disisi lain PS adalah seorang Raja Besar penggabungkan Sunda dan Galuh yang beragama selain Islam. Sementara diluar dan di dalam Istana, manakala rakyat sangat Cinta PS, maka bila terang-terangan diketahui bahwasanya PS adalah seorang Muslim, … besar kemungkinan rakyat PS akan menjadi Muslim ikut-ikutan saja, yang mungkin akibatnya permusuhan, peperangan, pemaksaan kepada sebagian rakyat pengikut Para Sesepuh Penasehat Tertinggi Istana (Purohita/PH) yang beragama selain Islam. Dan demi memenuhi syarat yang kedua, yaitu dijadikan keturunan PSNSL sebagai Raja, … Persiapan awal adalah membekali anak-anaknya ajaran Islam diluar Istana Pajajaran yang belum Islam, karena mempelajari ajaran Islam di dalam Istana Pajajaran yang belum Islam sangat lah multi resiko (rasio negatif ATHG), apalagi WS sebagai Pucuk Putra Mahkota (WS adalah Putra Pertama dari NSL Isteri kedua PS, sedang Nyi Ambet Kasih Isteri pertama PS tidak berketurunan) adalah Penerus Kejayaan Pajajaran … “Usnudzon”, Allah SWT membimbing PS memberikan semangat yang seolah-olah memusuhi, padahal sangat peduli (Kontra-Intelejen) … agar anak-anak PS yaitu WS, RS dan KS mampuni keluar dengan mudah dari penjagaan Istana untuk bersunguh-sungguh menekuni ajaran Islam di luar Istana Pajajaran yang belum Islam, … WS, RS dan KS keluar Istana Pajajaran susul menyusul, yang dilhaminya menuju berbagai tempat sehingga WS menjadi seorang Raja di Kerajaan Caruban Nagari, dan RS memberikan Keturunan/Cucunda PS sebagai Penguasa Mesir Al Islamiayah, yaitu Syarief Hidayatullah (SH), sementara KS adalah Penguasa Islam di Tatar Sunda Pedalaman. Terpenuhi sudah syarat dari Sang Isteri Tercinta Nyi Subang Larang🙂

Inilah Strategi Mutakhir PS, … Jika WS dinobatkan sebagai Raja Kerajaan Pajajaran yang belum Islam, dikawatirkan WS akan bernasib sama dengan PS, … Mengalami Dilematika, sehingga Ajaran Islam terhambat perkembangannya atau bahkan tidak akan berkembang di Bumi Pajajaran dan Pulau Jawa ini.

Selanjutnya perkembangan pesat ajaran agama Islam terjadi di luar Istana Pajajaran, diwilayah sepanjang pantai utara pulau Jawa diantaranya tempat anak PS, yaitu WS sebagai Raja Kerajaan Caruban Nagari … Disinilah SH layaknya posisi sulit PS dahulu, Disatu sisi SH berhadapan dengan Demak-Walisanga-Islam dan Majapahit belum Islam, disisi lain SH adalah Cucunda PS yang PS Muslim berada di Istana Pajajaran belum Islam artinya SH-PS saling melindungi meski situasi PS tidak memungkinkan dapat mempengaruhi Kerajaan Taklukkan Pajajaran untuk tetap bergabung dengan Pajajaran secara Islam. Sementara WS lebih segan karena lebih dekat nasab sebagai anak PS. Dan agar tidak mengganggu KS yang harus tetap fokus menyebarkan ajaran Islam di Tatar Sunda Pedalaman, … akhirnya PS, WS, KS dan SH yang saling mengormati dan melindungi tak langsung (Komunikasi secara Metafisik), … SH menerima amanat bersama nan besar ini, yaitu melakukan perubah Kerajaan Caruban Nagari di Pantai Utara Pulau Jawa itu, menjadi Kerajaan Islam Pajajaran merdeka bernama Kasultanan Cirebon. Dan peristiwa ini sudah dapat dipahami PS sebelumnya, sebagai Penguasa Pajajaran yang Siih Asah, Asih dan Asuh … Dengan kemampuan yang ada dan harapan besar bersama agar terjaganya khasanah kedamaian masuknya ajaran agama Islam yang lebih dahulu datang, sehingga ajaran Islam terus pesat berkembang dan mampu menandingi datangnya kaum Imprialisme cerdik bangsa Eropa yang mengancam dikemudian hari.

Jika PS terlanjur gelap mata dan memang mutlak tidak menyukai existensi Kerajaan Islam-Pajajaran yaitu Kasultanan Cirebon, kemungkinan besar sejak awal berdirinya Kasultanan Cirebon masih kecil, dapat dengan mudah PS menghancurkannya. Namun justru sebaliknya membiarkan Islam berkembang, yaitu membiarkan Perkembangan Kasultanan Cirebon berasimilasi dengan Kerajaan Islam Demak untuk perkembangan Ajaran Islam selanjutnya, Senada dengan saran Purohita/PH, bahwasanya Kasultaan Cirebon adalah warisan Pajajaran yang dititipkan pada WS dan SH yang masing-masing adalah anak dan cucu PS sendiri yang kelak sebagai bukti Dinamika Kebesaran dan Kecerdasan Pajajaran (hingga kini bukti itu dapat kita saksikan sendiri yaitu, Situs Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Kaprabonan bersama Masjid Agung Sang Cipta Rasa dll – Kasultanan Cirebon tegap berdiri, sebagai kelanjutan Kerajaan Pajajaran Agung sebenarnya) … restuilah masing-masing dapat mengembangkan keadaan dalam negerinya sendiri. Saran Purohita ini diterima PS, yang akhirnya PS membiarkan Kerajaan Rajagaluh dan Kerajaan lain-lain yang merupakan bagian dari Kerajaan Pajajaran untuk bergabung dengan Kasultanan Cirebon. Artinya tidak pernah terjadi peperangan Cirebon dengan Pajajaran, apalagi ada duel langsung diantara PS, WS, KS dan SH, … Ini suatu bukti Dinamisasi Positif bahwasanya Perubahan adalah pilihan menuju lebih baik, “Kenapa Tidak”?!! … yang saat itu diantaranya tersebarnya ajaran Islam dengan cara-cara Perambuan Kedamaian dari Kesatria berbalut Persaudaraan/Silaturahmi, itu Lumrah berjalan sebagaimana mestinya.

Sementara, belum lagi PS berhasil merubah Pajajaran masuk Islam, ternyata sudah banyak pengkhianatan, pemberontakkan dan huru hara kekuasaan dari dalam lingkungan Pajajaran sendiri. Mengetahui kondisi yang rumit, Disatu sisi karena meskipun PS menyadari ajaran Islam baik diterapkan di Kerajaan Pajajaran, diantaranya Upeti pendekatan Zakat. Namun Islam tidak boleh dipaksakan yang berakibat perang saudara, dan Pajajaran pun harus tetap berjalan, … Disisi lain kaum Imprialisme akan memanfaatkan posisi darurat PS terpaksa berbagi kekuasaan dan ekonomi padahal di tanah sendiri, … MOKSA!!! … Dengan kata lain, hidup mengasingkan diri (Uzlah) adalah pilihan PS saat itu menuju fitrah PS daripada memaksakan pilihan lain dari kehendak diri yang akan memperkeruh suasana saling bermusuhan saling membunuh sampai mati, apalagi mengorbankan anak keturunan menjadi Tumbal kaum Imprialisme, … Maka demi Kebesaran Jiwa Pajajaran dan Nuansa Perdamaian Islam, akhirnya PS dengan Kelapangan Hati dan Jiwanya melepaskan Egositas-Pararaja sebagai Raja Pajajaran, dan meninggalkan Kemewahan Istana Pajajaran dengan tanpa jejak. “Agar kelak semua benar-benar memahami Rasa Sejati Pajajaran sebenarnya yang bebas tanpa batas penggabungan ataupun pemisahan, mendukung Dinamika Positif Perubahan yang mampu berbaur tanpa membeda-bedakan SARA, melanjutkan rasa kesejatiannya itu sendiri untuk Bersama Meraih Drajat Kesempurnaan di Muka Bumi … “Carub Anggayuh Krtha Ning Bhumi”, … Provinsi Cirebon … Lanjutkan !!! … diantaranya sebagai Sel Pembunuh Alami Virus Penguasa Hitam dan Bonekanya, “Jangan sampai SALAH ASUHAN lagi !!!”.

Belum sempat kembali setelah uzlahnya, PS dikabarkan tidak ditemukan, penelusuran berbagai tempat disinyalir sebagai makam PS, namun satu kenyataan yang pasti, “Semua mahluk yang hidup akan mengalami MATI” … Dan layaknya Orang Tua, pastinya PS-NSL dan Panisepuh mendo’akan perjuangan Anak-anak nya (WS, RS dan KS) dan Cucunda SH dll, … dari generasi ke generasi … “Keselamatan dan Kebahagiaan di Dunia dan di Akhirat”, … Aamiiin YRA🙂 , … (Padang Rumput – Winduhaji Kuningan … dari Padepokan Inti Sejati)

Catatan :
1) Sepeninggalan PS, digantikan oleh Prabu Surawisesa yang berkerjasama dengan Portugis, dan sepeninggalan WS dan SH, Kasultanan Cirebon pecah menjadi tiga, dan perebutan kekuasaan di Kasultanan Banten, Kasultanan Demak, Mataram dan berberapa Kerajaan lainnya terjadi perpecahan, Inilah kiranya awal sejarah hitam di “Bumi Nusantara/Archipelago”. Era Imprialisme ±350 tahun !!!
2) Setelah dilakukan penelitian penyesuaian lebih lanjut, bahwasanya Data dan Informasi sejarah dari pihak Imprialisme dan turunannya adalah “ASPAL”, seolah-olah menggiring kita menuju Asli Hakiki ternyata bertujuan Palsu yaitu memecah belah dan berniat merebut Tanah Air Penghuni Bumi Archipelago. Salah satu bukti Prasasti Padro, merupakan bukti yang jelas bahwasanya kedatangan kaum Imprialisme ke ”Bhumi Archipelago” adalah untuk Menguasai yang bukan Haknya alias Menjajah Penghuni Bumi Archipelago !!! diantaranya tertulis dalam Prasasti Padro DSPOR yang berarti D.S.POR. (singkatan dari Do Senhario de PORtugal, artinya “Penguasa (=Tuan) atas Portugal”) / Tanah Milik Penguasa Portugal ;
3) Apapun itu Ya carilah dan ambilah yang baiknya, … Mohon maaf lahir-batin kepada seluruh Panisepuh, Parasedulur dan Pejuang Procir, … bila ada kesalahan dalam penulisan dll, Biarlah Dinamisasi terjadi sebagaimana mestinya, … Hidup Provinsi DKI Jakarta, Hidup Provinsi Banten, Hidup Provinsi Jabar, Hidup Provinsi Jateng, dan selanjutnya, … Hidup Provinsi Cirebon, … Lanjutkan !!!

PANTAUAN VERSI GENERASI UNTUK GENERASI, … “Bersama Kita Membangun”.
Brother : Panisepuh, Parasedulur dan Pejuang PROCIR.

Pro –Kontra Pembentukan Provinsi Cirebon, sebagai arti adanya Dinamika kehidupan Penghuni Ciayumajakuning yang Kita Cintai, …

(Lika-liku Kepentingan). Parasedulur semua mantap, yang mendukung itu yang mengingatkan Jabar sehingga lebih perhatian ke Ciayumajakuning, diataranya Bandara dll. yang menolak itu juga memberikan rambu2 agar tidak Salah Asuhan lagi. Kita tunggu Realisasi Jabar membangun Ciayumajakuning, alias bukan iming-iming apalagi sekedar Wacana memindahkan Ibu Kota Provinsi Jabar ke Cirebon, … Jika Jabar tulus membangun Ciayumajakuning, Ya No Problem dengan Arus Pembentukan Provinsi Cirebon. Meskipun ajaib jika teraelisasi tetap saja terhambat selanjutnya, sebab begitu besar Wilayah Jabar untuk merata dibangun. Dan lebih cepat lebih baik Optimasi Procir !!!, … “Bersama Kita Membangun” …

(Untuk saudaraku yang su’udzon). Adapun orang yang mengatakan P3C itu buruk, ini dalam arti oknumnya berikut rekam jejaknya adalah perkara lain. Misalkan untuk muda mudi, Cewe Kota Besar mah Matre artinya Tidak semua Cewe Kota Besar itu Matre, tapi lihatlah Kondisinya kenapa jadi dibilang Cewe Kota Besar itu Matre?, … sama halnya dengan kajian P3C, atau silahkan lihat ke Biro Administrasi dan Perekonomian Jabar dll, ternyata memang Ciayumajakuning adalah Primadona bagi Jabar. Karena itu sulit bagi Jabar melepaskan Ciayumajakuning, apalagi bagi Penguasa Hitamnya, …Sayangnya “Ciayumajakuning wilayah potensial dan penyumbang penghasilan pajak yang sangat besar. Setiap tahun kontribusi pajak dari wilayah ini sebesar Rp 3,9 triliun tetapi yang balik ke daerah hanya Rp 980 milyar. Jadi, njomplang sekali” … dan mungkin setiap tahunnya tidak jauh berbeda dari sejak 1950. Dan ternyata ini bukan ulah siapa-siapa melainkan … katakanlah ulah Para Penguasa Hitam, sebab di Kota Bandung juga tidak sedikit yang melarat. Maka jauhilah Su’udzon, apalagi kita tidak KENAL dan hanya kata orang yang berkoar atau bersumpah saja itu Jelek.

(Apresiasi Positif). Dengan semua kajian P3C yang sudah rampung dan terbukti direkomendasikan Kemendagri yang menentukan point diatas 400 untuk Ciayumajakuning lebih layak jadi Provinsi daripada Provinsi Banten, maka seyogyanya kita berikan Apresiasi “TOP” selama mereka P3C bukan Kriminal dan dinaungi NKRI Ya silahkan lanjutkan Hidup Procir!!! … Justeru Provinsi Jabar yang sekarang berkuasa bernotaben no.2 terkorupsi setelah DKI Jakarta, UMP-UMR yang merupakan Nilai penghidupan ternyata kalah dengan Prov Banten yang diatas 1jt semua daerahnya, … Semoga langkah-langkah Parasedulur Buruh untuk Kesejahteraan semakin Sukses, silahkan lihat di Internet untuk nilai UMR-nya.

(Untuk Saudaraku diperantauan). Bayangkan bila potensi Ciayumajakuning oleh Procir benar-benar lebih baik pengelolannya dari Prov Banten, bukan tidak mungkin UMP, UMR dll lebih Tinggi, dan Saudara-saudara boleh jadi tidak perlu merantau meninggalkan sanak family, bahkan menjadi TKI yang terancam, Karena Ciayumajakuning adalah Surga bagi Penghuninya. Procir lebih cepat lebih baik, Lanjutkan !!!

(Raksasa Kebenaran). Yang jadi masalahnya adalah belum ada “Kesatuan Raksasa Rakyat Ciayumajakuning” untuk mempersiapkan diri, mulai saat ini mengingatkan agar kelak dan selanjutnya baik Provinsi Jabar apalagi Provinsi Cirebon yang Mungil berpotensi BESAR, tidak di kuasai virus Penguasa Hitam dan Tidak Salah Asuhan lagi. Harapan saya tanpa su’udzon, … dengan keunggulan Kesatuan Geografis yang Mungil maka Terbentuklah Silaturahmi Pro Kontra Procir membentuk Organisasi Silaturahmi Raksasa Ciayumajakuning yang dimaksud, sehingga mampu menyelamatkan Besarnya Multipotensi Ciayumajakuning untuk Bersama Kita Membangun, … agar benar-benar Ciayumajakuning adalah Surga bagi Penghuninya. Ini bisa jadi mimpi, … namun yang pasti Dinamika akan terus ada … Selamat Datang RMC (Restorasi Multisinergi Ciayumajakuning), …. Provinsi Jabar membaik demikian Kelak Lahirnya Provinsi Cirebon yang diharapkan Optimal lebih baik, … Lanjutkan !!!

Mohon Maaf Lahir dan Batin.

16 10 2012
Musa

Dengan Kerendah-hatian, saya sampaikan bahwasanya Semua Sultan Cirebon adalah bin Arya Kamuning, … Silahkan di lihat Silsilahnya … Namun bukan berarti Kita mengulang sejarah kembali, sebab bisa tumpang tindih. Satu yang tak terbantahkan adalah Kuningan yang berperan besar membangun Kasultanan Cirebon. Dan ternyata Pengusung Provinsi Cirebon adalah Orang Subang-Kuningan. Mohon Kira nya “Bersatu, bersama membangun Ciayumjakuning yang Kita Cintai bersama”. Dan perlu kita ketahui bahwasanya beberapa Profesor Budaya Sunda menyatakan Aura Kuningan, Majalengka, Indramayu dan Cirebon akan Cemerlang Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

30 11 2012
dinar pakuwon

asa te panuju mun kuningan milu ka jalama nu haus kakawasaan jeung para patualang poltik, para politikus nu gagal, nu hayang misahkeun ti jabar, prop anyar ngan ngabalukarkeun katalangsara masyarakatna, kuningan mah teteep di prop jawa barat

10 12 2012
musa

Ulah su’udzon, ulah salah maksad na, … nya kumaha maneh bae lah ayeuna. ceuk aki kami mah bareto memang maju 1906 sarua gedena ciayumajakuning bogor bandung, tah sok teangan ngobrol kanu aki 130thn nu hirup keneh. keureut ceuli monyet lamun teu ngadukung ciayumajakuning jadi provinsi/mandiri. Kami mah teu aya urusan jeung politik. Ngan poma lamun nyaneh lempeng ka karuhun kuningan-ciayumajakuning, teu kudu mamawa kuningan jubar jabar. nu aya oge Kuningan Cirebon jeung Pajajaran lain Bandung Jawa tambah Barat nu sarakah.

8 01 2014
Revan Narya

cirebon itu penghuninya etnik ga jelas,jd wajar ga mau di bilang sunda,

10 11 2012
Made

NASKAH KUNINGAN – DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Prakata
Pendahuluan
Daftar Singkatan

BAGIAN – I : ALIH BAHASA
Bab – I Kisah pertalian anak-anak Pajajaran dengan raja Bagdad
01 Putri Aci Bedaya anak raja Pajajaran
02 Perihal pohon Jati – I
03 Wejangan Pendita Mustakim kepada Putri Aci Bedaya
04 Wejangan Dewi Sujinah kepada Putri Aci Bedaya
05 Raja Bagdad memperistri Putri Aci Bedaya
06 Keturunan Nyi Bedaya di Bagdad
07 Wejangan Syekh Junaid kepada anak-anak raja Bagdad

Bab – II Pertalian anak-anak Pajajaran dengan raja Banisrail
01 Anak-anak raja Pajajaran yang berguru di negara Pasai
02 Perihal pohon Jati – II
03 Wejangan Pandita Idhopi kepada anak raja Pajajaran
04 Pesan Nyi Ageng Sidikah kepada Sari Kabunan
05 Putri Sari Kabunan diperisteri oleh raja Bani Israil
06 Anak raja Pajajaran berguru kepada Syekh Abi Yazid Abustami
07 Anak raja Pajajaran berguru ke negara Cempa
08 Anak raja Pajajaran beserta rombongan dari Cempa pulang ke Jawa

Bab – III Kedatangan anak-anak raja Bagdad di Pajajaran
01 Anak-anak raja Bagdad diusir dari Bagdad menuju Pasai
02 Mendarat di Banten dan Carbon

Bab – IV Kisah Syarif Hidayatullah (I)
01 Perjalanan spiritual Syarif Hidayatullah
02 Syarif Hidayatullah berjumpa dengan Nabi Hidir
03 Syarif Hidayatullah berjumpa dengan Rasulallah
04 Syarif Hidayatullah kembali ke Bani Israil
05 Syarif Hidayatullah berguru kepada Syekh Nujmuddin
06 Syarif Hidayatullah berguru kepada Syekh Athaullah di Sadili.
07 Syarif Hidayatullah berguru kepada Syekh Sidiq
08 Syarif Hidayatullah berguru kepada Syekh Quro
09 Anak keturunan Pangeran Cakrabuana dari Nyi Gedeng Jati
10 Perihal Pohon Jati – III
11 Wejangan Datuk Bahrul kepada Syarif Hidayatullah
12 Syarif Hidayatullah berguru di Ampel Denta
13 Syarif Hidayatullah meninggalkan Ampel Denta

Bab – V Para pendatang di Carbon
01 Perihal para pendatang dari negara seberang di Carbon

Bab – VI Kisah Syarif Hidayatullah (II)
01 Perkawinan Syarif Hidayatullah
02 Perihal Pohon Jati – IV
03 Wejangan Syekh Mulk Iman kepada Syarif Hidayatullah
04 Kunjungan tamu-tamu di Amparan Jati
05 Syarif Hidayatullah meninggalkan Bani Israil dan singgah di Cempa.
06 Kunjungan Ratu Atas Angin
07 Wejangan Syarif Hidayatullah kepada Babu Dampul
08 Perdebatan dengan Pangeran Panjunan
09 Syarif Hidayatullah dinobatkan menjadi Sinuhun
10 Sunan Gunung Jati meng-Islamkan Pajajaran
11 Sunan Gunung Jati membangun Mesjid Agung Carbon
12 Sultan Trenggana mengunjungi Carbon

Bab – VII Kisah Syekh Sidik dan makam Gedeng Jati
01 Kisah Syekh Sidik
02 Makam Gedeng Jati di Gunung Jati

BAGIAN – II : ALIH AKSARA

LAMPIRAN – LAMPIRAN
Bagan – bagan :
Bagan 1 – Silisilah wali-wali di Pulau Jawa (Menurut Naskah Mertasinga)
Bagan 2 – Silsilah Keturunan Para Mubakigh di Jawa (1)
Bagan 3 – Silsilah Keturunan Para Mubakigh di Jawa (2) – Fatimah binti Maimun.
Bagan 4 – Silsilah Keturunan Para Mubakigh di Jawa (3) – Syekh Siti Jenar
Bagan 5 – Silsilah Keturunan Para Mubakigh di Jawa (4) – Sunan Kudus
Bagan 6 – Silsilah Keturunan Pangeran Cakrabuana (1).
Bagan 7 – Silsilah Keturunan Pangeran Cakrabuana (2).
Bagan 8 – Silsilah Keturunan Syarif Hidayatullah (1) – Dari garis bapak dan Ibu..
Bagan.9 – Silsilah Keturunan Syarif Hidayatullah (2)
Bagan 10 – Nama anggota rombongan anak-anak raja Bagdad yang menjadi pemuka di Jawa.

Gambar – gambar :
Gambar 1 – Ilustrasi burung Merak berkepala tiga dari naskah asli.
Gambar 2 – Halaman 334 – 335 dari naskah asli.
Gambar 3 – Halaman 436 – 437 dari naskah asli.

DAFTAR PUSTAKA

18 01 2013
maseko

kàlau jd prov mandiri kan pnghasilan minyak& gas sWil3 d bagi 5 kab/kota..jd kabupaten yg tdk potensial mnyak/gas sperti kab KNG,jatahnya tmbah banyak..tdk seprti msh gab prov jabar..

5 03 2013
m. ganiadi

Sudah waktunya Cirebon jadi provinsi dan Kuningan masuk di dalamnya, kalau kuningan ingin maju ya harus pisdah dari jawa barat….silahkan lihat hasil pembangunan wilayah kuningan sampai sekarang selama gabung dengan jawa barat apa yang dibanggakan…ketertinggalaan….dari sisi pemerintahan kuningan dipegang oleh putra kuningan baru diawali tahun 1981…..jalan jalan yang ada warisan jaman dulu sempit-sempit (jalan provinsi-nasional), pembangunan desa (jalan desa-kampung, mesjid, sekolah dsb) ada kemajuan lebih disebabkaan karena peran orang kuningan yang sukses merantau, bukan hasil bantuan provinsi jawa barat

10 04 2013
santo

Rupina waktos oge anu bade nangtoskeun…….

26 04 2013
miftahul

eta mah nu nareangan liang asup mih babari keur korupsi
pan meureun rek menang jabatan mun nya kalaksanakeun teh
tah didieu mun nggeus diuk culang cileung neangan nu bisa dipaling

22 06 2013
Ivan Adiana Edhar

Minta Share yah pak🙂

1 08 2013
IRSAN

ini lah negara indonesia pada dasarnya kerajaan kerajaan yg menjadi negara ini berdiri, menjadi contoh, bahwasanya di negara ini tidak ada perbedaan2 yg harus menjadi kekangan setiap warga baik agama, suku, atau apapun, banyak sudah contohnya sunan gunung jati yg meminang istrinya yg dari negara cina, jadi perbedaan itu sudah hal biasa, dan harus di barengi dengan kepala dingin, kta almarhum Gusdur gitu aja kok repot, dalam agam juga mengajarkan , agama mu ya agama mu, agama ku ya agama ku, pada intinya BHINEKA TUNGGAL IKA AJA OK, MAV KLW ADA KATA2 SAYA YG KURANG BERKENAN MOHON DI MAV KAN

11 12 2013
deprat

Simkuring asli lahir di kuningan, mung parantos 18 tahun ngumbara di lembur batur palingan sataun 2 – 3 kali mulang ka lembur, sakedik ngiring carios perkawis ciayumajakuning sapertos anu dibambrangkeun ku kang musa simkuring mah berpendapat pami PAD ti ciayumajakuning 3.9 triliun teras nu diuihkeun ka urang 980 milliar pami pendapat abdi mah kumargi Pemda urang anu kurang fight kanggo ngadesek Pemprov ngagolontorkeun anggaran sesuai nu ku urang ditungkeun (proporsional) kan pasti tiap taun urang kedah nyusun APBD.teras upami ciayumajakuning ka bentuk aya jaminan henteu penguasa hitam teu hirup didinya jeung aya jaminan henteu pengelolaan bisa sesuai,komo da ari urang tatar sunda mah aya kasebut silih asah,asih,asuh,pemekaran teh ngan saukur kedok supaya aya raja-raja anyar nu tacan kabagi wilayah….nya ari harepan mah mugia para pinisepuh,deklarator ciayumajakuning tiasa ngalakukeun parobihan kanggo urang sadaya,pami niatna leres mah…innamal ammallu bi’niath

10 04 2014
Abee Kozuara

Wacana Propinsi Cirebon perlu digulirkan terus agar petinggi di Bandung…. teu hawek sorangan he he

26 05 2015
ade priatna

Abdi hoyong ngaos buku Naskah Kuningan. Anu di sebat keun ku saderek Made. Kinten2 aya dimana nya?

20 08 2015
Putra Dharma

Tos tong raribut teuing ayeuna mah da nu nentukeun provinsi cirebon mah lain maraneh tapi jalma nu geus ngarti kana sagala na…sagala na oge kudu kanu ahli na lain maraneh padu loba omong na wae ngaributkeun nu teu pararuguh……jarempe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: