SEJAK ZAMAN DULU KUNINGAN DAERAH AGAMIS

7 09 2007

Kalau kita cermati mengenai Sejarah Kuningan, bahwa sebenarnya Kuningan sejak dulu sepertinya sudah dikodratkan untuk mendapat predikat Daerah Agamis (berbasis agama). Hal ini kita lihat bahwa sejak munculnya nama “Kuningan” berdasarkan sumber sejarah “Carita Parahiyangan” – yang menceriterakan eksistensi Kuningan pertama kalinya, bahwa sebelumnya Sanjaya menguasai Kerajaan Galuh, dia harus mengalahkan dulu “Sang Wulan – Sang Tumanggal – dan Sang Pandawa” tiga tokoh penguasa di Kuningan (= Triumvirat), yaitu tiga tokoh pemegang kendali pemerintahan di Kuningan sebagaimana konsep “Tritangtu” dalam konsep pemerintahan tradisional suku Sunda Buhun. Sang Wulan, Tumanggal, dan Pandawa ini menjalankan pemerintahan menurut adat tradisi waktu itu, yang bertindak sebagai “sang rama”, “sang resi”, dan “sang ratu”. Sang Rama bertindak selaku pemegang (ketua) adat, Sang Resi selaku pemegang (ketua) kepercayaan/agama, dan Sang Ratu pemegang pemerintahan. Makanya Kerajaan Kuningan waktu dikendalikan tokoh “Triumvirat” ini berada dalam suasana yang gemah ripah lohjinawi, tata tentrem kerta raharja, karena masing-masing dijalankan oleh orang yang ahli di bidangnya. Tata aturan hukum/masalah adat selalu dijalankan adan ditaati, masalah kepercayaan / agama begitu juga pemerintahannya. Semuanya sejalan beriringan selangkah dan seirama.

Ketika Kuningan diperintah Resiguru Demunawan pun (menantu Sang Pandawa), Kerajaan Kuningan memiliki status sebagai Kerajaan Agama (Hindu). Hal ini nampak dari ajaran-ajaran Resiguru Demunawan yang mengajarkan ilmu “Dangiang Kuning” – keparamartaan, sehingga Kuningan waktu menjadi sangat terkenal. Dalam naskah CP disebutkan kejayaan Kuningan waktu diperintah Resiguru Demunawan atau dikenal dengan nama lain Sang Seuweukarma (penguasa/pemegang Hukum) atau Sang Ranghyangtang Kuku/Sang Kuku, kebesaran Kuningan melebihi atau sebanding dengan Kebesaran Galuh dan Sunda (Pakuan). Kekuasaannya meliputi Malayu, Tuntang, Balitar, dst.

Hanya ada 3 nama tokoh raja di Jawa Barat yang berpredikat “Rajaresi”, arti seorang pemimpin pemerintahan dan sekaligus ahli agama (resi). Mereka itu adalah:

1. Resi Manikmaya dari Kerajaan Kendan (sekitar Cicalengka – Bdg)

2. Resi Demunawan dari Saunggalah Kuningan

3. Resi Niskala Wastu Kencana dari Galuh Kawali

Pada zaman-zaman berikutnya sepertinya status Kuningan sebagai Daerah Agamis terus berlanjut ketika masuknya agama Islam ke Kuningan sekitar th 1450. Hal ini nampak dari munculnya tokoh-tokoh pemimpin Kuningan yang berasal atau mempunyai latar belakang agama. Sebut saja Syekh Maulana Akbar, yang akhirnya menikahkan putranya, bernama Syekh Maulana Arifin, dengan Nyai Ratu Selawati penguasa Kuningan waktu itu (putra Prabu Langlangbuana). Hal ini menandai peralihan kekuasaan dari Hindu ke Islam yang memang berjalan dengan damai melalui ikatan perkawinan. Waktu itu di Kuningan muncul pedukuhan-pedukuhan yang bermula dari pembukaan-pembukaan pondok pesantren, seperti Pesantren Sidapurna (menuju kesempurnaan), Syekh Rama Ireng (Balong Darma). Termasuk juga diantaranya pesantren Lengkong oleh Haji Hasan Maulani.

Pesantren Lengkong yang dipimpin Haji Hasan Maulani ini bahkan disebut-sebut sebagai cikal bakal berdirinya pesantren-pesantren lainnya di Kabupaten Kuningan. Tentu saja hal ini berkat kegiatan-kegiatan yang dilakukan Haji Hasan Maulani yang pada waktu itu secara intensif terus mengamalkan ilmu-ilmu agama yang dimilikinya.

……………………………………..


Aksi

Information

2 responses

24 02 2010
opl4y1991

wah pak minta penjelasan ko lambang kuningan berbentuk kuda ya????

5 07 2010
caca

coba ada peninggalan eyang hasan molani…yang di abadikan di musium&di renofasikan makam rembut dan embah dako..
biar tambah asri aja di pandang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: