Ratu Selawati Terlahir Kembali ?

4 01 2014

Terbersit dalam pikiran saya ketika melihat realita kehidupan pemerintahan di Kuningan masa kini, di mana pemegang tampuk pemerintahan di Kuningan sejak akhir tahun 2013 mulai dipimpin Bupati dari kaum hawa (wanita) yaitu Ibu Utje, apakah ini artinya memang faktor kebetulan atau tidak, atau kodrat/takdir bahwa Kuningan di zaman lampau pun sebenarnya pernah diperintah kaum hawa yakni seorang ratu yang memerintah Kuningan pada zaman peralihan Hindu ke Islam (sekitar pertengahan abad XV) bernama Ratu Selawati. Apakah ini artinya sekarang Ratu Selawati terlahir kembali ? Baca entri selengkapnya »





Tahun 1819: Kuningan sebagai Kabupaten, Tahun 1498: Kuningan sebagai Ke-adipati-an (Kadipaten), Abad ke-8: Kuningan sebagai Kerajaan “Saunggalah”, Zaman Prasejarah: Kuningan sebagai Kelompok Suku

26 08 2013

Seperti yang sudah saya kupas dalam tulisan terdahulu, dan sekedar menggarisbawahi kembali apa yang sudah diuraikan itu bahwa pada intinya periode pemerintahan di Kuningan berlangsung dalam 4 katagori masa yang berurutan yaitu:
1. Masa pemerintahan Kelompok Suku (prasejarah)
2. Masa pemerintahan Kerajaan (Hindu)
3. Masa pemerintahan Keadipatian/Kadipaten (Islam)
4. Masa pemerintahan Kabupaten (Hindia Belanda)
Penjelasan dari periode masa pemerintahan itu adalah sebegai berikut: Baca entri selengkapnya »





Kuningan Tandang Maju Tanding

30 08 2010

Saya sangat terkesan dengan sebuah lagu mars Kab Kuningan yang baru dirilis dan dipublikasikan sekitar awal tahun 2010. Judul lagu tersebut adalah “Kuningan Tandang Maju Tanding”. Saya kutip sepenggal lirik lagu tersebut berikut ini :
“Kuningan Tandang Maju Tanding,
sumanget juang jadi pakarang pikeun ngawangun
mapag mangsa kertaraharja”
Menurut bagian Humas Setda Kuningan syair dari Lagu Terbaru Kuningan Tandang Maju Tanding tersebut diciptakan oleh seniman Kuningan Con Hasanudin, S.Pd dan berhasil diaransemen oleh Drs. Cecep Amelia seorang guru di SMP 1 Kuningan. Lagu ini mencerminkan kegigihan Kuningan dalam membangun dalam segala bidang. Baca entri selengkapnya »





Kuningan, Kuning Yang Agung, dan Kuning Ayu

29 07 2010

Asal-usul nama Kuningan, selain berarti “logam kuningan” yang disimbolkan dengan bentuk “bokor” kuningan yang akhirnya menjadi maskot Kab. Kuningan bersamaan dengan simbol “Kuda Si Windu”, konon nama Kuningan juga diartikan sebagai bentuk kiasan dari “Kuning Yang Agung”. Memandang warna kuning memang akan memberikan efek orang yang melihatnya akan terpesona oleh kecerahan dan ke”gebyaran” warna kuning tadi. Warna kuning yang mungkin mirip dengan warna emas sebagai simbol logam mulia ini, kiranya menjadi unsur sugesti agar daerah yang disebut kuningan ini menjadi daerah yang mempunyai daya pikat atau kekuatan seperti warna kuning yang melambangkan keagungan ini. Baca entri selengkapnya »





Saham Orang Kuningan di Ibukota Jakarta

22 06 2010

Menilik sejarahnya ibukota Jakarta ternyata nenek moyang orang Kuningan Jawa Barat pernah ikut andil dalam membangun pemukiman masyarakat di sana. Hal itu berawal ketika dulu, tepatnya tahun 1522, terjadi peristiwa penyerbuan pasukan Fatahillah dari kerajaan Demak untuk mengusir tentara Portugis di Sunda Kelapa. Ikut bergabung di dalam pasukan tentara Fatahillah diantaranya sekelompok pasukan balabantuan yang direkrut dari Kerajaan Cirebon dan Kuningan (Jawa Barat). Kelompok pasukan dari Kuningan ini dipimpin oleh Sang Adipati Kuningan sendiri (Suranggajaya) dan panglima perangnya (senapati) bernama Ewangga. Dalam peristiwa tersebut akhirnya pasukan gabungan pimpinan Fatahillah tadi berhasil merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis. Peristiwa gemilang ini diabadikan dengan perubahan nama Sunda Kelapa dengan sebutan baru yaitu JAYAKARTA, Jaya = kemenangan, karta = abadi. Kelak nama Jayakarta ini akhirnya dikenal dengan nama JAKARTA sampai sekarang ini. Baca entri selengkapnya »





Hanya “Jl. Adipati” …..???

9 05 2010

Orang Kuningan barangkali sudah tahu, ada jalan raya yang tergolong baru dibuat di seputaran kota Kab. Kuningan yakni jalan lingkar utara yang menghubungkan Jl. Pramuka (Sidapurna) ke arah utara menuju Cirendang dan juga ke perempatan Cijoho. Jalan tersebut ternyata selanjutnya diberi nama “Jl. Adipati” titik, tanpa ada nama embel-embel lagi di belakangnya. Yang membuat saya tertarik untuk menulis artikel ini, mengomentari nama jalan tersebut, adalah ketika saya sedang melintasi jalan tersebut muncul berkecamuk dalam pikiran tentang pertanyaan yang membuat saya heran yaitu “atas dasar apa pemberian nama jalan itu, mengapa hanya jalan “Adipati” ? Ya ….., cuma “Adipati”. ……Ada apa dengan “Adipati”. …….Siapakah yang dimaksud “Adipati” dalam hal ini ? ……………. Dan apakah boleh saya mengkritisi….. ??? Baca entri selengkapnya »





Aneh…!, Nama “Suranggajaya” di Kuningan Mengapa Tidak Populer ???

14 04 2010

Sekali lagi, saya masih menyayangkan dan turut prihatin atas kekurangtahuan masyarakat warga Kab. Kuningan yang masih “buta” akan sejarah daerahnya. Masalahnya memang selama ini pendidikan sejarah lokal Kuningan tidak dipopulerkan di bangku-bangku sekolah. Tidak hanya sekarang namun jauh-jauh sebelumnya juga entah berapa puluh tahun atau ratus tahun ke belakang kiranya Sejarah Kuningan tidak biasa diajarkan sebagai pelajaran mulok dalam pelajaran IPS.  Dan menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya pihak-pihak terkait, untuk mempopulerkan sejarah Kuningan dimaksud. Baca entri selengkapnya »





Heran…, Mengapa “Sang Adipati” Selawati ?

8 03 2010

Ada satu pertanyaan yang kadang kalau teringat menjadi sesuatu masalah yang menggelitik & bahkan mengganggu pikiran. Hal itu berkaitan dengan temuan riil yang langsung saya saksikan sendiri ketika melihat kaos pramuka dari satuan penegak bantara yang berasal dari satu sekolah di Kab. Kuningan, tertulis di kaos itu nama tokoh sejarah yang ada di Kuningan yaitu: Sang Adipati Selawati. Dalam benak saya berpikiran, mungkin nama Selawati ini dijadikan nama ambalan kebanggaan penegak bantara itu, di mana mereka mengambil salah satu tokoh sejarah lokal Kuningan. Namun yang menjadi sorotan lagi yaitu penambahan kata Sang Adipati di depan nama Selawati. Apakah itu sudah betul, memang demikian, atau salah kaprah ? Coba kita bahas berikut ini. Baca entri selengkapnya »





Asal Usul Nama Oleced

30 01 2010

Kira-kira tahun 1860-an, pemerintah Hindia Belanda mengadakan kerjapaksa (rodi) pembuatan dan perlebaran jalan antara Kuningan – Ciawigebang. Sungai Cileuweung pindah ke sebelah selatan jalan Luragung, dan tikungan yang disebut pertelon pindah ke tikungan Oleced (sekarang), dilanjutkan dengan kerjapaksa penanaman kopi. Pada waktu itulah pergantian nama kampung Manggari dan Danasuka diganti namanya oleh kompeni Belanda yang sedang membuat peta pembuatan jalan. Adapun peristiwa kejadiannya menurut orang tua dahulu seperti berikut ini: Baca entri selengkapnya »





Ada Apa Dengan Nama “Kuningan” ?

7 12 2009

Ada satu pertanyaan yang selalu menggelayut dalam pikiran, dan dengan suatu kerangka pemikiran yang sedemikian rupa (relatif ilmiah?) saya berusaha mencoba memberikan suatu jawaban atas pertanyaan tadi yang kiranya dapat diterima oleh nalar keilmuan yaitu berkenaan dengan penggunaan nama sebuah tempat yaitu KUNINGAN, sebagai nama satu daerah yang kini menjadi salah satu kabupaten di Jawa Barat. Sebenarnya sejak kapan sih nama Kuningan ini dipakai bila menilik sejarahnya?,  seberapa lama atau tua?, pernah menjadi nama sebutan atau julukan apa saja Kuningan itu?, bagaimana bila dibandingkan dengan usia ketuaan dari nama daerah-daerah lainnya yang kini eksis di Jawa Barat sebagai nama kabupaten-kabupaten, sudah tuakah atau bahkan paling tuakah Kuningan itu? Kita akan coba membedahnya dalam pembicaraan kali ini. Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.