<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SEJARAH KUNINGAN</title>
	<atom:link href="http://aditya69.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aditya69.wordpress.com</link>
	<description>Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Nov 2009 11:36:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aditya69.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e76da515d68b6776433988847b7b9ee6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SEJARAH KUNINGAN</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>&#8220;&#8230;Tembey Sang Resiguru Ngayuga Taraju Jawadwipa. &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/22/tembey-sang-resiguru-ngayuga-taraju-jawadwipa/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/22/tembey-sang-resiguru-ngayuga-taraju-jawadwipa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 11:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan di Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Galuh]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Saunggalah]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Sunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita mengungkap kembali eksistensi Kerajaan Saunggalah Kuningan yang dipimpin oleh Resiguru Demunawan, ada peristiwa-peristiwa penting yang telah terjadi berkaitan dengan peranan tokoh tua dari Saunggalah ini yang berhasil membawa Kerajaan Saunggalah sebagai satu kerajaan &#8220;penting &#38; menentukan&#8221;  di tengah-tengah pergaulan dengan kerajaan lainnya, khususnya di Jawa Barat, pada kurun waktu abad ke-8 Masehi. Peranan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=142&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau kita mengungkap kembali eksistensi Kerajaan Saunggalah Kuningan yang dipimpin oleh Resiguru Demunawan, ada peristiwa-peristiwa penting yang telah terjadi berkaitan dengan peranan tokoh tua dari Saunggalah ini yang berhasil membawa Kerajaan Saunggalah sebagai satu kerajaan &#8220;penting &amp; menentukan&#8221;  di tengah-tengah pergaulan dengan kerajaan lainnya, khususnya di Jawa Barat, pada kurun waktu abad ke-8 Masehi. Peranan Resiguru Demunawan itu antara lain berhasil menjadikan Kerajaan Saunggalah sebagai kerajaan &#8220;besar&#8221; menurut ukuran zaman waktu itu, mampu mensejajarkan diri dengan kebesaran Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda yang telah berdiri terlebih dulu. Selanjutnya Resiguru Demunawan juga merupakan tokoh yang dipercaya untuk menengahi pertikaian ketika terjadi perang saudara antara Manarah (Ciung Wanara) dengan Rahyang Banga di Galuh pada tahun 739 Masehi.<span id="more-142"></span></p>
<p>Melihat kondisi umum abad ke-8 Masehi di Jawa Barat, penulis sejarah banyak yang terpaku perhatiannya pada kebesaran dan kejayaan raja Sanjaya yang berhasil menyatukan Kerajaan Galuh dan Sunda. Padahal di lain pihak masih ada satu kerajaan di Jawa Barat yang tidak ditundukkan oleh Sanjaya dan dibiarkan tetap berdiri sebagai negara merdeka, yaitu Kerajaan Saunggalah. Sikap Sanjaya demikian disebabkan ketaatan Sanjaya pada ayahnya, Prabu Sanna atau Sang Sena, agar Sanjaya bersikap lunak pada Kerajaan Saunggalah. Sikap Sanjaya terhadap Demunawan digambarkan dalam Pustaka Kretabhumi I/2 halaman 39-40 sbb:</p>
<p><em>Rasika tanana katakut ring Sang Demunawan ing Saunggalah, tathapyan mangkana sira tanan angga malurug ring kedatwan uwanira. Hetunya ayayah nira ya ta Sang Prabhu Senna haneng Medang ri Bhumi Mataram ri Jawa Wetan. Kumonaken ajnanihangta: kinon ta sarikadibyaguna ring santana praisantana nira. Haywatta sira lumage wwang sanak ya ta Sang Demunawan. Rumakettamuwang hatut madulur parasparo-pasarpana. Gorawa ning wwang atuha.</em></p>
<p>[Ia tidak merasa takut kepada Sang Demunawan di Saunggalah, tetapi ia tidak berniat menyerang keraton uwanya, karena ayahnya yaitu Sang Prabu Senna di Medang di Bumi Mataram di Jawa Timur (sekarang Jawa Tengah) mengirimkan perintah begini: ia diharuskan bersikap mulia kepada sanak keluarganya. Tidak boleh ia memerangi kerabatnya, yaitu sang Demunawan. Hormatilah orang tua] (Danasasminta, 1983/1984: 68).</p>
<p>Pada tahun 732 Masehi Sanjaya dinobatkan menjadi penguasa Medang Bumi Mataram yang ditandai dengan pendirian prasasti Canggal yang berangka 654 Saka (6 Oktober 732 Masehi) (Sumadio [ed.], 1984: 98). Sanjaya mewarisi takhta di Medang Bumi Mataram dari ayahnya, Sang Sena (Sang Bratasenna) yang menikah dengan Dewi Sannaha, yaitu puteri Mandiminyak (raja Galuh) dengan Dewi Parwati. Parwati adalah puteri pasangan Ratu Sima dengan Kartikeyasingha raja Keling (Kalingga) di Jawa Tengah. Ketika Ratu Sima wafat, Kalingga dibagi dua kepada Parwati dan adiknya, Narayana. Parwati memperoleh bagian utara yang disebut Bumi Mataram, sedangkan Narayana (bergelar <em>Iswarakesawa Lingga Jagatnata Buwanatala</em>) mendapat bagian selatan dan timur yang disebut Bumi Sambara. Tokoh ini yang disebut Hyang Isora raja Balitar dalam CP (Danasasmita, 1983/1984: 51; Ekadjati et al., 1991: 5).</p>
<p>Sebagai konsekuensi dari kepindahan Sanjaya ke Mataram tersebut, maka wilayah kekuasaannya di Jawa Barat diserahkan kepada puteranya yaitu Tamperan Barmawijaya. Karena kepindahan Sanjaya ke Mataram inilah rupanya dianggap suatu moment oleh para penulis Sejarah Kuningan selama ini bahwa pada tahun 732 Masehi adalah berdirinya Kerajaan Saunggalah, yang mungkin dianggap telah lepas dari kekuasaan Sanjaya. Padahal seperti telah diterangkan terdahulu, Kerajaan Saunggalah berdiri tahun 723 Masehi atas bentukan Batara Dangiang Guru (Rahyang Sempakwaja) dan Kerajaan Saunggalah tidak pernah ditundukkan oleh Sanjaya (Kerajaan Sunda).</p>
<p>Dalam rangka hubungan dengan kerajaan lain, terutama yang ada di Jawa Barat, Resiguru Demunawan mempunyai peranan menentukan ketika berhasil mendamaikan perang saudara antara Manarah &#8211; Banga di Galuh tahun 739 M. Perdamaian akhirnya berhasil disepakati dengan dibuatnya keputusan sebagai berikut:</p>
<p>1. Negeri Sunda dari wilayah Citarum ke Barat dirajai oleh Sang Kamarasa alias Banga dengan gelar Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya.</p>
<p>2. Negeri Galuh dari wilayah Citarum ke Timur dirajai oleh Sang Surotama alias Manarah dengan gelar Prabu Jayaprakosa Mandaleswara Salakabuana.</p>
<p>3. Resiguru Demunawan masih menguasai negeri Saunggalah dan bekas Kerajaan Galunggung; dan Sanjaya tetap memerintah di Jawa Tengah. (Danasasmita, 1983/1984: 79-80).</p>
<p>Sebagai upaya mengukuhkan kerukunan antara keturunan Wretikandayun dan Tarusbawa ini, Manarah dan Banga dijodohkan dengan dua orang cicit Resiguru Demunawan. Manarah menikah dengan Kencanawangi, Banga menikah dengan Kencanasari. Dengan demikian berbaurlah darah Sunda-Galuh- Saunggalah. Hal ini kiranya menandakan bahwa telah terjadi upaya pembinaan kerukunan keluarga antara tiga kerajaan di Jawa Barat melalui ikatan pernikahan.</p>
<p>Peranan Resiguru Demunawan yang demikian menentukan dalam saat-saat keturunan Wretikandayun menghadapi kemusnahan karena pertikaian bersenjata, dalam CP dilukiskan sebagai berikut: &#8220;.<em>..Tembey sang resiguru ngayuga taraju Jawadwipa. Taraju mainya Galunggung, Jawa mati wetan&#8230;&#8221;,</em> (mulailah sang resiguru mengatur kesetimbangan di Pulau Jawa. Timbangannya adalah Galunggung dan Jawa di sebelah Timur) (Atja, 1968: 28, 53).</p>
<p>Langkah yang diambil Resiguru Demunawan itu kiranya merupakan langkah politik yang bijaksana untuk kepentingan anak cucunya. Resiguru Demunawan telah berhasil menghapus noda darah yang pernah menggenangi keraton Galuh akibat perbuatan kakaknya, Rahyang Purbasora, yang merebut takhta Galuh dari Prabu Sanna (Sang Sena) pada tahun 716 Masehi.</p>
Posted in Sejarah, Sejarah Jawa Barat, Sejarah Kuningan Tagged: Kerajaan di Jawa Barat, Kerajaan Galuh, Kerajaan Saunggalah, Kerajaan Sunda, Sejarah, Sejarah Kuningan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=142&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/22/tembey-sang-resiguru-ngayuga-taraju-jawadwipa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Silsilah Demunawan (Sang Seuweukarma), Raja Kerajaan Saunggalah Kuningan</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/12/silsilah-demunawan-sang-seuweukarma-raja-kerajaan-saunggalah-kuningan/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/12/silsilah-demunawan-sang-seuweukarma-raja-kerajaan-saunggalah-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 03:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Silsilah Raja Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Silsilah Saunggalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah silsilah raja-raja dari keturunan Tarumanagara, Galuh, Sunda, dan Saunggalah; terutama berkaitan dengan tokoh Resiguru Demunawan atau disebut pula Sang Seuweukarma, atau Ranghiyangtang Kuku atau Sang Kuku, raja dari Kerajaan Saunggalah Kuningan (723 &#8211; 774 M). Terlihat bahwa terdapat pertalian hubungan darah antara kerajaan yang ada di Jawa Barat ini, yaitu dari adanya hubungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=131&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini adalah silsilah raja-raja dari keturunan Tarumanagara, Galuh, Sunda, dan Saunggalah; terutama berkaitan dengan tokoh Resiguru Demunawan atau disebut pula Sang Seuweukarma, atau Ranghiyangtang Kuku atau Sang Kuku, raja dari Kerajaan Saunggalah Kuningan (723 &#8211; 774 M). Terlihat bahwa terdapat pertalian hubungan darah antara kerajaan yang ada di Jawa Barat ini, yaitu dari adanya hubungan pernikahan antar anggota keluarga Kerajaan Tarumanagara &#8211; Galuh &#8211; Sunda &#8211; Saunggalah.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://aditya69.files.wordpress.com/2009/11/silsilah-galuh-dst2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-137" title="Silsilah Galuh dst" src="http://aditya69.files.wordpress.com/2009/11/silsilah-galuh-dst2.jpg?w=510&#038;h=573" alt="Silsilah Galuh dst" width="510" height="573" /></a></p>
Posted in Sejarah, Sejarah Kuningan Tagged: Sejarah, Sejarah Kuningan, Silsilah Raja Sunda, Silsilah Saunggalah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=131&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/12/silsilah-demunawan-sang-seuweukarma-raja-kerajaan-saunggalah-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aditya69.files.wordpress.com/2009/11/silsilah-galuh-dst2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Silsilah Galuh dst</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Suranggajaya&#8221; Mengapa Tidak Diabadikan ?</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/05/suranggajaya-mengapa-tidak-diabadikan/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/05/suranggajaya-mengapa-tidak-diabadikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 06:19:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Sejarah Kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita berjalan-jalan di seputar wilayah Kabupaten Kuningan, apakah berjalan-jalan di dalam kota Kuningan maupun di luar kota Kuningan (tiap kecamatan yang ada di Kuningan), sejauh yang penulis ketahui belum pernah rasanya menemukan nama suatu jalan di kota kab/kec/desa, gedung besar/kecil, rumah makan, hotel/penginapan, dan lain sebagainya menggunakan nama SURANGGAJAYA. Ada apa, dan mengapa bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=126&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bila kita berjalan-jalan di seputar wilayah Kabupaten Kuningan, apakah berjalan-jalan di dalam kota Kuningan maupun di luar kota Kuningan (tiap kecamatan yang ada di Kuningan), sejauh yang penulis ketahui belum pernah rasanya menemukan nama suatu jalan di kota kab/kec/desa, gedung besar/kecil, rumah makan, hotel/penginapan, dan lain sebagainya menggunakan nama SURANGGAJAYA. Ada apa, dan mengapa bisa terjadi demikian ? Nama besar Suranggajaya seolah-olah terlupakan, atau memang dilupakan ? Padahal beliau (Suranggajaya) itu adalah tokoh besar dalam sejarah kuningan, yakni beliau itulah yang disebut sebagai Sang Adipati Kuningan, pemimpin keadipatian Kuningan pada masa perkembangan Islam (abad XV &#8211; XVI).<span id="more-126"></span></p>
<p>Nama dari tokoh-tokoh bersejarah di Kuningan yang telah diabadikan namanya menjadi nama jalan, gedung, dsb hanyalah sebagian saja, dan itu pun tidak mewakili semua zaman. Yang ada kebanyakan mengambil nama tokoh bersejarah dari zaman madya dan baru (tokoh pahlawan revolusi/pahlawan nasional). Saya ambil contoh dari tokoh bersejarah Kuningan yang mewakili dari zaman madya misalnya, yang telah diabadikan itu antara lain: Langlangbuana (dibadikan nama jalan di perempatan Citamba kota Kuningan ke seb. timur), Selawati (dibadikan nama jalan di sebelah barat masjid Syiarul Islam), Arya Kamuning (diabadikan nama jalan di seputar taman kota kuningan/gelanggang pemuda), Dipati Ewangga (diabadikan menjadi nama gedung olah raga/GOR sebelah timur pendopo kab. Kng), Syekh Maulana Akbar (diabadikan nama jalan di perempatan Citamba ke seb. barat), Ramajaksa (diabadikan nama jalan di Winduherang [?]).</p>
<p>Sementara nama tokoh bersejarah di Kuningan yang belum diabadikan namanya, yang berasal dari tokoh sejarah zaman kuna dan madya adalah: Wiragati (Sang Pandawa), Sang Wulan, Sang Tumanggal, Demunawan/Seuweukarma/Ranghyangtang Kuku, Cakrawati (ayahnya Langlangbuana), Mayangsari &amp; Mayangkuning (putrinya Langlangbuana &amp; Ibundanya Selawati cs), Jayaraksa (Ki Gedeng Luragung), Nyi Ageng Larasati (istrinya Jayaraksa), Selawiyana &amp; Dipawiyana (putranya Arya Kamuning), <strong>Suranggajaya (Sang Adipati Kuningan)</strong>, Syekh Maulana Arifin (putranya Sy M. Akbar), Kencanawati (putrinya Sy M. Arifin + Selawati, juga istrinya Suranggajaya), Kusumajaya (Geusan Ulun Kuningan), dst (para putranya Geusan Ulun Kng).</p>
<p>Perlu perhatian kita semua, khususnya warga Kuningan, untuk mengenal lebih dekat dengan nama-nama tokoh bersejarah dari Kuningan dari setiap zamannya. Termasuk juga mensosialisasikannya dengan mengabadikan nama-nama mereka menjadi nama jalan atau gedung, dsb agar generasi kita dan yang akan datang mengenal tokoh-tokoh yang dimaksudkan di atas. Bahwa o&#8217; inilah nama-nama tokoh nenek moyang orang Kuningan yang pernah berkiprah &amp; berjasa di Kuningan sesuai konteks zamannya.</p>
Posted in Sejarah, Sejarah Kuningan Tagged: Artikel, Sejarah, Sejarah Kuningan, Tokoh Sejarah Kuningan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=126&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/05/suranggajaya-mengapa-tidak-diabadikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amanat dari Galunggung</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/01/amanat-dari-galunggung/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/01/amanat-dari-galunggung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 03:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amanat Galunggung]]></category>
		<category><![CDATA[Galunggung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Hana nguni hana mangke
tan hana nguni tan hana mangke
aya ma beuheula aya tu ayeuna
hanteu ma beuheula hanteu tu ayeuna
hana tunggak hana watang
tan hana tunggak tan hana watang
hana ma tunggulna aya tu catangna
(Ada dahulu ada sekarang
bila tidak ada dahulu tidak akan ada sekarang
karena ada masa silam maka ada masa kini
bila tidak ada masa silam tidak akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=124&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Hana nguni hana mangke<br />
tan hana nguni tan hana mangke<br />
aya ma beuheula aya tu ayeuna<br />
hanteu ma beuheula hanteu tu ayeuna<br />
hana tunggak hana watang<br />
tan hana tunggak tan hana watang<br />
hana ma tunggulna aya tu catangna</em></p>
<p>(Ada dahulu ada sekarang<br />
bila tidak ada dahulu tidak akan ada sekarang<br />
karena ada masa silam maka ada masa kini<br />
bila tidak ada masa silam tidak akan ada masa kini<br />
ada tonggak tentu ada batang<br />
bila tidak ada tonggak tidak akan ada batang<br />
bila ada tunggulnya tentu ada catangnya)</p>
<p><strong>(Kropak 632 dari Kabuyutan Ciburuy)</strong></p>
Posted in Sejarah Tagged: Amanat Galunggung, Galunggung, Sejarah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=124&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/11/01/amanat-dari-galunggung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menelusuri &#8220;Tempat-tempat Tua&#8221; dari Sejarah Kuningan</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/29/menelusuri-tempat-tempat-tua-dalam-sejarah-kuningan/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/29/menelusuri-tempat-tempat-tua-dalam-sejarah-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 04:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita perhatikan nama-nama tempat yang disebut dalam sejarah kuningan, baik pada zaman kuna (Hindu Budha) ataupun zaman madya (Islam) ada beberapa nama tempat yang keberadaannya dapat kita telusuri atau kita ketahui, dan di lain pihak ada nama-nama tempat yang masih gelap di mana keberadaannya. Nama tempat yang dapat ditelusuri berkaitan karena nama tempat tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=113&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bila kita perhatikan nama-nama tempat yang disebut dalam sejarah kuningan, baik pada zaman kuna (Hindu Budha) ataupun zaman madya (Islam) ada beberapa nama tempat yang keberadaannya dapat kita telusuri atau kita ketahui, dan di lain pihak ada nama-nama tempat yang masih gelap di mana keberadaannya. Nama tempat yang dapat ditelusuri berkaitan karena nama tempat tersebut masih ada atau masih dipakai sampai sekarang dalam bentuk nama sebuah desa/kelurahan, kampung/dusun, kota kecamatan atau nama lainnya yang terletak di wilayah Kabupaten Kuningan atau pun di luar Kab. Kuningan. Sedangkan yang belum diketahui keberadaannya tentunya menjadi perhatian kita semua, khususnya warga Kuningan, untuk mencari tahu (meneliti) di mana gerangan nama tempat tersebut berada. Untuk itu mari kita coba simak satu persatu tempat-tempat &#8220;tua&#8221; di Kuningan ini.<span id="more-113"></span></p>
<p><strong>I. Zaman Kuna (Hindu Budha)</strong></p>
<p>Mengutip dari sumber sejarah Carita Parahiyangan bahwa wilayah kekuasaan Kerajaan Saunggalah Kuningan meliputi beberapa daerah atau tempat, antara lain:</p>
<p>1. Layuwatang (konon Layuwatang sekarang yang disebut Desa Rajadanu di Kec. Japara Kuningan ?)</p>
<p>2. Kajaron (? &#8230;.. belum diketahui)</p>
<p>3. Kalanggara (? &#8230;..belum diketahui)</p>
<p>4. Pagerwesi (? &#8230;.. belum diketahui)</p>
<p>5. Rahasea (? &#8230;.. belum diketahui)</p>
<p>6. Kahuripan (apakah mungkin Desa Sangkanhurip &#8230; ?)</p>
<p>7. Sumajajah (? &#8230;.. belum diketahui)</p>
<p>8. Pasugihan (mungkin Lemah Sugih Majalengka ?)</p>
<p>9. Padurungan (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>10. Darongdong (? &#8230;.. belum diketahui)</p>
<p>11. Pagergunung (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>12. Muladarma (mungkin Desa Darma Kec. Darma ?)</p>
<p>13. Batutihang (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>Selanjutnya CP menyebutkan daerah-daerah yang mengakui kedudukan Demunawan/Seuweukarma/Ranghyangtang Kuku di Saunggalah Kuningan, yaitu:</p>
<p>1. Keling (apakah Kerajaan Kalingga di Jateng ?)</p>
<p>2. Puntang (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>3. Kahuripan (apakah Kerajaan Kahuripan di Jatim ?)</p>
<p>4. Wiru (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>5. Jawa (nama pulau ?)</p>
<p>6. Balitar (sekarang nama kota Blitar di Jatim)</p>
<p>7. Tuntang (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>8. Malayu (nama Kerajaan Melayu di Sumatera)</p>
<p>9. Kemir (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>10. Berawan (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>11. Cimaraupatah (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>12. Cina (sekarang nama negara di Asia Timur)</p>
<p><strong>II. Zaman Madya (Islam)</strong></p>
<p>1. Luragung (nama Desa/Kecamatan Luragung Kng)</p>
<p>2. Bunihaji (nama tempat [?] di Luragung)</p>
<p>3. Winduherang (nama Desa Winduherang Kec. Kng)</p>
<p>4. Sidapurna (=menuju kesempurnaan : nama Dusun di Pwwnangun)</p>
<p>5. Purwawinangun (=yang pertama dibangun: nama Kelurahan di Kec Kng)</p>
<p>6. Cangkuang (nama Dusun di sebelah selatan SMPN 2 Kuningan)</p>
<p>7. Pasir Gulasagandu (di Luragung ?)</p>
<p>Dari kisah perjalanan Bujangga Manik pada abad ke-15 atau awal abad ke-16 diketahui bahwa tidak jauh di sebelah utara Gunung Ciremai terdapat daerah yang disebut:</p>
<p>1. Padabeunghar (Desa Padabeunghar Mandirancan ?)</p>
<p>2. Cijeruk-Manis (mungkin Desa Manis Jalaksana ?)</p>
<p>3. Coman (? &#8230;. belum diketahui)</p>
<p>4. Timbang (Desa Timbang Cilimus / Cigandamekar ?)</p>
<p>5. Hujung Barang (apakah mungkin Sindang Barang ?)</p>
<p>6. Kuningan (kota Kuningan sekarang)</p>
<p>7. Darma (Desa/Kec. Darma sekarang)</p>
<p>8. Pakuan (apakah sama dengan ibukota Kerajaan Sunda ????)</p>
<p>9. Luhur Agung (mungkin Desa/Kec. Luragung sekarang)</p>
<p>Selanjutnya berdasarkan nama-nama dari putera/puteri Geusan Ulun Kuningan yang disebut dengan julukan &#8220;Dalem&#8221; dan diikuti nama tempat kedudukannya, antara lain:</p>
<p>1. Dalem Mangkubumi (di daerah Kebumen sekitar Pasapen Kuningan)</p>
<p>2. Dalem Citangtu (nama Desa Citangtu Kec Kng)</p>
<p>3. Dalem Pasawahan (Pasawahan kini nama desa &amp; kecamatan)</p>
<p>4. Dalem Panyilih (? &#8230;. belum diketahui Panyilih ?)</p>
<p>5. Dalem Koncang (? &#8230;. belum diketahui Koncang ?)</p>
<p>6. Dalem Aryajaya (Aryajaya = nama diri?)</p>
<p>7. Dalem Kasturi (Kasturi sekarang nama Desa di Kec. Kng)</p>
<p>8. Dalem Dagojawa (Dagojawa nama tempat antara Cirebon-Sumedang)</p>
<p>9. Dalem Winduherang (Winduherang kini nama kelurahan di Kec. Kng)</p>
<p>10. Dalem Salahonje (Salahonje nama Desa seb. timur Desa Citangtu)</p>
<p>11. Dalem Nayapati (Nayapati = nama diri?)</p>
<p>12. Dalem Karawang (Karawang nama kabupaten di Jabar)</p>
<p>13. Dalem Amonggati (Amonggati = nama diri?)</p>
<p>14. Dalem Cihideung (Cihideung nama desa di Kec. Cidahu)</p>
<p>15. Dalem Cengal (Cengal nama desa di Kec. Japara)</p>
<p>16. Dalem Keko (? &#8230;)</p>
<p>17. Dalem Padurasa ( ?&#8230;)</p>
<p>18. Dalem Tembong (Tembong kini nama desa di Kec. Garawangi)</p>
<p>19. Dalem Cikandang (? &#8230;)</p>
<p>20. Dalem Cibinuang (Cibinuang sekarang nama desa di Kec. Kng)</p>
<p>21. Dalem Maruyung (nama tempat di Bandung Selatan ?)</p>
<p>22. Dalem Bolostrong (?&#8230;.)</p>
<p>23. Dalem Tarka (?&#8230;.)</p>
<p>24. Dalem Haurkuning (Haurkuning nama desa di Kec. Nusaherang)</p>
<p>25. Dalem Cigugur (Cigugur nama desa/kec. Cigugur)</p>
<p>26. Dalem Wirajaya (=nama diri)</p>
<p>27. Dalem Mungku (?&#8230;)</p>
<p>28. Dalem Cigadung (Cigadung kini nama desa di Kec. Cigugur)</p>
<p>29. Dalem Cageur (Cageur kini nama desa di Kec. Darma)</p>
<p>30. Adipati Ukur (di Priangan sebagai tokoh Bupati Ukur dan wedana bupati Priangan menjelang pertengahan abad ke-17)</p>
<p>31. Dipati Barangbang (?&#8230;)</p>
<p>32. s.d 40 nama-nama wanita, yang merupakan istri-istri dari para penguasa lokal Kuningan dan luar Kuningan.</p>
<blockquote></blockquote>
Posted in Sejarah, Sejarah Kuningan Tagged: Sejarah, Sejarah Kuningan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=113&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/29/menelusuri-tempat-tempat-tua-dalam-sejarah-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemerintahan Setelah Sang Adipati Kuningan</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/28/pemerintahan-setelah-sang-adipati-kuningan/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/28/pemerintahan-setelah-sang-adipati-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 17:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Menurut sumber tradisi Kuningan bahwa setelah Sang Adipati Kuningan meninggal dunia, ia digantikan oleh salah seorang putranya yang dikenal dengan julukan Geusan Ulun. Sumber lain menyebutkan bahwa Geusan Ulun Kuningan tersebut sebenarnya bernama Kusumajaya. Nama Geusan Ulun pada kurun waktu yang sama (sekitar abad XVI-XVII) juga dikenal di daerah lain yaitu Geusan Ulun Sumedang, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=111&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menurut sumber tradisi Kuningan bahwa setelah Sang Adipati Kuningan meninggal dunia, ia digantikan oleh salah seorang putranya yang dikenal dengan julukan Geusan Ulun. Sumber lain menyebutkan bahwa Geusan Ulun Kuningan tersebut sebenarnya bernama Kusumajaya. Nama Geusan Ulun pada kurun waktu yang sama (sekitar abad XVI-XVII) juga dikenal di daerah lain yaitu Geusan Ulun Sumedang, yang bernama Angkawijaya. Geusan Ulun pengganti Sang Adipati Kuningan ini diberitakan mempunyai banyak istri. Mungkin sekali perkawinan yang dilakukannya itu mempunyai arti politik. Wanita-wanita yang diperistrinya itu mungkin puteri-puteri dari tokoh-tokoh setempat yang mempunyai kedudukan penting atau berpengaruh di daerahnya. Diceriterakan bahwa Pangeran Geusan Ulun Kuningan mempunyai 40 putera-puteri, yang kebanyakan mendapat sebutan &#8220;Dalem&#8221;. Adapun nama ke-40 orang putera-puteri Geusan Ulun seperti dikenal dalam ceritera rakyat adalah sebagai berikut:<span id="more-111"></span></p>
<p>1. Dalem Mangkubumi, yang dimakamkan di Purwawinangun</p>
<p>2. Dalem Citangtu, dimakamkan di Desa Citangtu</p>
<p>3. Dalem Pasawahan</p>
<p>4. Dalem Panyilih</p>
<p>5. Dalem Koncang</p>
<p>6. Nyai Panembahan Girilaya</p>
<p>7. Dalem Aryajaya</p>
<p>8. Nyai Gedeng Anggadiraksa</p>
<p>9. Nyai Gedeng Jati</p>
<p>10. Dalem Kasturi</p>
<p>11. Dalem Dagojawa, dimakamkan di Purwawinangun</p>
<p>12. Nyai Kuwu Cirebon Girang</p>
<p>13. Adipati Ukur</p>
<p>14. Nyai Gedeng Panguragan</p>
<p>15. Dalem Winduherang, dimakamkan di Purwawinangun</p>
<p>16. Dalem Salahonje</p>
<p>17. Dalem Nayapati</p>
<p>18. Nyai Aria Salingsingan</p>
<p>19. Dalem Karawang</p>
<p>20. Dalem Amonggati (Somagati), dimakamkan di tepi Sungai Citamba</p>
<p>21. Dalem Cihideung</p>
<p>22. Dalem Cengal</p>
<p>23. Nyai Musti</p>
<p>24. Dalem Keko</p>
<p>25. Dipati Barangbang</p>
<p>26. Dalem Paduraksa</p>
<p>27. Dalem Cigugur</p>
<p>28. Dalem Tembong</p>
<p>29. Dalem Cikandang</p>
<p>30. Nyai Dalem Sumedang</p>
<p>31. Dalem Cibinuang, dimakamkan di Desa Cibinuang</p>
<p>32. Dalem Maruyung</p>
<p>33. Dalem Bolostrong</p>
<p>34. Dalem Tarka</p>
<p>35. Dalem Haurkuning</p>
<p>36. Dalem Wirajaya, dimakamkan di Kelurahan Kuningan</p>
<p>37. Dalem Mungku</p>
<p>38. Dalem Cigadung</p>
<p>39. Dalem Cageur</p>
<p>40. Dewi Ratna Cempaka</p>
<p>(Sumber : Tisnawerdaya dan Mansur, t.th: 16-17).</p>
<p>Dari nama diri atau julukan para putera Geusan Ulun itu dapat ditafsirkan bahwa sebagian besar dari mereka menjadi penguasa lokal atau menjadi istri penguasa lokal di wilayah Keadipatian Kuningan dan luar Kuningan. Beberapa orang puteranya disebut dengan julukan dalem yang diiringi dengan nama tempat kedudukannya. Dalem adalah julukan bagi seseorang yang pernah menjadi kepala pemerintahan di sebuah daerah tertentu.</p>
<p>Adapun putera tertua Geusan Ulun yang disebut Dalem Mangkubumi selanjutnya menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Adipati (di) Kuningan, tetapi dalam lingkup kekuasaan dan daerah yang lebih kecil. Bisa jadi ia mengkoordinir daerah-daerah lainnya yang diperintah oleh adik-adiknya. Kemungkinan Mangkubumi itu bukan nama diri, melainkan sebagai nama gelar atau julukan. Dalam susunan pemerintahan di Kerajaan Sunda, mangkubumi itu merupakan nama jabatan di bawah kedudukan raja yang bertugas menangani hal-hal yang bertalian dengan urusan tanah.</p>
<p>Sehubungan dengan tokoh Dalem Mangkubumi, terkait dengan nama Kebumen yang terletak di sebelah selatan Masjid Syiarul Islam sekarang. Lokasi tersebut adalah bekas tempat kedudukan Dalem Mangkubumi ketika memegang pemerintahan. Kata Kebumen dari ka-bumi-an yang bermakna lokasi atau tempat, menjadi kabumian lalu berubah menjadi kebumen. Kebumen mengandung arti tempat tinggal pemegang pemerintahan (mangkubumi). Memang kegiatan pemerintahan di daerah Kuningan dulu berpusat di sekitar alun-alun kota Kuningan (sekarang halaman Masjid Syiarul Islam Kuningan). Hal itu sesuai dengan konsep tata kota lokasi pusat pemerintahan menurut tradisi Cirebon. Bahwa pusat kota atau bangunan tempat kegiatan pemerintahan (keraton, pendopo kabupaten) terletak di sebelah selatan alun-alun, mesjid sebagai tempat ibadah di sebelah barat alun-alun, pasar sebagai tempat kegiatan perdagangan di sebelah utara alun-alun, dan penjara sebagai tempat tahanan penjahat di sebelah timur alun-alun. Demikianlah, Kebumen itu sejak masa lalu telah menjadi tempat kedudukan &#8220;penguasa Kuningan&#8221;, sampai akhirnya Kabupaten (ka-bupati-an/ tempat kedudukan bupati) ini pindah ke tempat sekarang (Jl. Siliwangi 88) yang tadinya merupakan tempat kediaman asisten residen pada masa Hindia Belanda.</p>
Posted in Sejarah, Sejarah Kuningan Tagged: Sejarah, Sejarah Kuningan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=111&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/28/pemerintahan-setelah-sang-adipati-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wilayah Kekuasaan Kerajaan Saunggalah Kuningan</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/25/wilayah-kekuasaan-kerajaan-saunggalah-kuningan/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/25/wilayah-kekuasaan-kerajaan-saunggalah-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 04:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Penetapan wilayah kekuasaan Kerajaan Saunggalah dapat diketahui berdasarkan naskah Carita Parahiyangan (CP). Naskah tersebut diantaranya menyebutkan sekitar 13 daerah yang langsung menjadi wilayah kekuasaan Sang Seuweukarma atau Resiguru Demunawan, yaitu: Layuwatang, Kajaron, Kalanggara, Pagerwesi, Rahasea, Kahuripan, Sumajajah, Pasugihan, Padurungan, Darongdong, Pagergunung, Muladarma, dan Batutihang (Atja, 1968: 48). Banyaknya daerah yang dibawahkan oleh Kerajaan Saunggalah tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=109&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penetapan wilayah kekuasaan Kerajaan Saunggalah dapat diketahui berdasarkan naskah Carita Parahiyangan (CP). Naskah tersebut diantaranya menyebutkan sekitar 13 daerah yang langsung menjadi wilayah kekuasaan Sang Seuweukarma atau Resiguru Demunawan, yaitu: Layuwatang, Kajaron, Kalanggara, Pagerwesi, Rahasea, Kahuripan, Sumajajah, Pasugihan, Padurungan, Darongdong, Pagergunung, Muladarma, dan Batutihang (Atja, 1968: 48). Banyaknya daerah yang dibawahkan oleh Kerajaan Saunggalah tersebut tidak lepas dari bantuan Batara Dangiang Guru yang telah menggabungkan daerah Kerajaan Galunggung ke dalamnya, untuk menambah wibawa atau kebesaran Kerajaan Saunggalah agar dapat menandingi kebesaran Kerajaan Galuh.<span id="more-109"></span></p>
<p>Wilayah kekuasaan Kerajaan Saunggalah di atas kalau ditelusuri sekarang, dengan memperhatikan panggung sejarah (setting historis) Kerajaan Saunggalah, adalah meliputi daerah Tasikmalaya ke Utara sampai ke wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon atau bahkan sebagian Jawa Tengah bagian Barat. Bila pada abad ke-7 atau 8 Masehi sedang tumbuh tiga kerajaan utama di Jawa Barat (Galuh, Sunda, Saunggalah), maka daerah Kerajaan Saunggalah menempati wilayah Jawa Barat bagian Timur Laut, berbatasan dengan Kerajaan Galuh di sebelah Selatan dan dengan Kerajaan Sunda di sebelah Barat. Di sebelah Utara adalah perairan pantai utara Jawa, dan di sebelah Timur sedang tumbuh kekuasaan Kerajaan Kalingga yang seterusnya menjadi Kerajaan Medang Mataram. CP selanjutnya menyebutkan adanya Sungai Kuningan (Cikuningan) yang diperkirakan menjadi batas antara Kerajaan Saunggalah dengan Kerajaan Galuh. Namun nama Sungai Kuningan ini sekarang tidak pernah dijumpai sebagai nama sebuah sungai di Kabupaten Kuningan. Sungai yang saat itu diperkirakan mengalir di bagian selatan wilayah Kerajaan Saunggalah, sekarang mungkin yang sekarang disebut Sungai Cijolang yang menjadi batas daerah Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Ciamis. Untuk membuktikan dugaan ini, tentunya perlu penelitian yang lebih seksama.</p>
<p>Selanjutnya CP menyebutkan daerah-daerah yang mengakui kedudukan Demunawan di Saunggalah, yaitu: Keling, Puntang, Kahuripan, Wiru, Jawa, Balitar, Tuntang, Malayu, Kemir, Berawan, Cimaraupatah, dan Cina (Atja, 1968: 50). Kemungkinan berita CP itu tidak sepenuhnya benar-benar terjadi, melainkan hanya kerena ingin mengemukakan kebesaran raja Sang Seuweukarma. Namun bagaimanapun berita itu dapat dijadikan petunjuk bahwa betapa luasnya daerah kekuasaan Kerajaan Saunggalah.</p>
Posted in Sejarah, Sejarah Kuningan Tagged: Sejarah, Sejarah Kuningan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=109&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/25/wilayah-kekuasaan-kerajaan-saunggalah-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuda Kuningan &#8220;Si Windu&#8221; atau &#8220;Winduhaji&#8221; ?</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/16/kuda-kuningan-si-windu-atau-winduhaji/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/16/kuda-kuningan-si-windu-atau-winduhaji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 12:28:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kisah Sejarah Kuningan telah diberitakan bahwa tokoh Syekh Maulana Arifin, yaitu putra dari Syekh Maulana Akbar, pernah memelihara peternakan jenis kuda yang selanjutnya berkembang dan terkenal menjadi KUDA KUNINGAN sekarang ini. Konon jenis/varian kuda kuningan pada abad XV itu adalah hasil blasteran antara kuda-kuda pilihan saat itu yang diantaranya didatangkan dari daerah Bima (Sumbawa) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=61&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam kisah Sejarah Kuningan telah diberitakan bahwa tokoh Syekh Maulana Arifin, yaitu putra dari Syekh Maulana Akbar, pernah memelihara peternakan jenis kuda yang selanjutnya berkembang dan terkenal menjadi KUDA KUNINGAN sekarang ini. Konon jenis/varian kuda kuningan pada abad XV itu adalah hasil blasteran antara kuda-kuda pilihan saat itu yang diantaranya didatangkan dari daerah Bima (Sumbawa) sehingga diperoleh jenis kuda yang kuat, bertenaga besar, tangguh, dan juga lincah/gesit. Seimbang dengan kelincahan &amp; kegesitannya itu makanya bentuk tubuh atau perawakan kuda itu memiliki bentuk fisiknya yang ideal yaitu bertubuh kecil, tetapi tidak terlalu kecil seperti kuda poni. Berukuran lebih kecil bila dibandingkan dengan induk semangnya dari Bima/Sumbawa yang &#8220;jangkung pangguh&#8221;. Pada waktu itu kuda-kuda dari Kuningan ini digunakan sebagai kuda tunggangan pemiliknya (semacam kendaraan pribadi), khususnya dimiliki oleh para pejabat kalangan istana/keraton, dan juga sebagai kuda tunggangan untuk berperang (kuda perang).<span id="more-61"></span></p>
<p>Salah satu kuda kuningan yang hebat pernah tercatat dalam sejarah Kuningan diantaranya bernama &#8220;Si Windu&#8221;. Kuda peliharaan Dipati Ewangga, seorang panglima pasukan dari Kuningan ini, pernah dipakai dalam perjalanan perang Sang Adipati Kuningan untuk bertempur membantu Cirebon menundukkan Galuh, Wiralodra (Indramayu), bahkan ke Sundakalapa menundukkan Portugis. Kegesitan dan kelincahan Si Windu terlihat ketika Sang Adipati Kuningan bertempur dengan Prabu Wiralodra yang menunggang gajah. Dengan ketangguhan dan kegesitan kuda &#8220;Si Windu&#8221; pertempuran tersebut akhirnya dimenangkan Sang Adipati Kuningan.</p>
<p>Kisah heroik kuda kuningan dalam peperangan tersebut mencuatkan istilah /jargon pujian yang dikenal dengan &#8220;Kecil-kecil Kuda Kuningan&#8221;, yang artinya walaupun bertubuh kecil tetapi jangan dianggap enteng, dapat mengalahkan yang besar, karena ketangguhan dan kegesitannya itu. Bahkan jargon itu sekarang dapat diterapkan dalam pengertian luas, misalnya memberi &#8220;trade mark&#8221; bagi orang Kuningan yang berhasil sukses di perantauan, atau pujian dan sanjungan lainnya yang kiasannya sinonim dengan &#8220;kecil-kecil cabe rawit&#8221;.</p>
<p>Nama &#8220;Windu&#8221; yang terkenal itu akhirnya menjadi maskot daerah kuningan saat ini. Gambar kuda dijadikan logo maskot Kab. Kuningan. Itu sebabnya kota Kuningan dikenal pula dengan julukan &#8220;kota kuda&#8221;. Menurut sumber buku Cirebon (PS Sulendraningrat), ada nama lengkap kuda yang bersejarah ini. Namanya tidak hanya &#8220;Windu&#8221; tetapi &#8220;Winduhaji&#8221;. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ada kaitannya antara nama kuda &#8220;Windu&#8221; atau &#8220;Winduhaji&#8221; dengan nama Kelurahan Winduhaji yang sekarang eksis sebagai salah satu bentuk tatanan pemerintahan di Kec Kuningan ? Apakah pemberian nama Kelurahan Winduhaji adalah untuk memberikan kenangan sejarah, memberikan penghargaan/jasa terhadap kisah heroik kuda kuningan Si Windu&#8221; atau &#8220;Si Winduhaji&#8221; tersebut? Dan secara tidak sengaja muncul hipotesa: Mengapa orang-orang nomor 1 di Kuningan diantaranya muncul dari daerah-daerah yang bersejarah / berkaitan dengan sejarah di Kuningan, misalnya Luragung, dan kali ini Winduhaji. ????</p>
Posted in Sejarah, Sejarah Kuningan Tagged: Sejarah, Sejarah Kuningan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=61&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/10/16/kuda-kuningan-si-windu-atau-winduhaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kuningan &#8220;Masih Banyak Yang Gelapnya&#8221;</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-kuningan-masih-banyak-yang-gelapnya/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-kuningan-masih-banyak-yang-gelapnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 08:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Menelusuri jejak sejarah Kuningan, yang sekarang menjadi Kabupaten Kuningan di Jawa Barat, ternyata masih menyisakan banyak &#8220;misteri&#8221; di dalamnya. Artinya masih ada sisi-sisi gelap dari ceritera sejarah Kuningan yang belum berhasil disibak, diungkapkan, dikemukakan kepada publik bagaimana sebenarnya Sejarah Kuningan yang kronologis dari A &#8211; Z secara paripurna, kumplit atau selengkapnya. Baik itu Sejarah Kuningan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=57&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menelusuri jejak sejarah Kuningan, yang sekarang menjadi Kabupaten Kuningan di Jawa Barat, ternyata masih menyisakan banyak &#8220;misteri&#8221; di dalamnya. Artinya masih ada sisi-sisi gelap dari ceritera sejarah Kuningan yang belum berhasil disibak, diungkapkan, dikemukakan kepada publik bagaimana sebenarnya Sejarah Kuningan yang kronologis dari A &#8211; Z secara paripurna, kumplit atau selengkapnya. Baik itu Sejarah Kuningan di zaman prasejarah, zaman kuna (Hindu-Budha), zaman madya (Islam), zaman baru/modern. Kecuali barangkali yang terakhir ini, pernah terbit buku &#8220;Perjuangan Revolusi Fisik Rakyat Kuningan&#8221; yang mengungkap sejarah zaman kolonial di Kuningan salah satu keberhasilan menguak salah satu tabir kegelapan sejarah Kuningan di era waktu yang lebih dekat ke arah kekinian.</p>
<p>Pemda Kab. Kuningan pernah menyimpan naskah hasil penelitian tentang Sejarah Kuningan yang disusun oleh team peneliti, Bpk Ahmad Dasuki dkk. Juga buku sejarah Kuningan yang pernah ditulis oleh Alm Bpk. Edi S. Ekadjati yang memberikan gambaran tentang Sejarah Kuningan dari hasil penelitian beliau berdasarkan sumber-sumber sejarah yang berhasil dikumpulkannya. Namun dari semuanya itu nampak &amp; memang diakui bahwa masih ada (bahkan banyak) sisi-sisi gelap yang belum berhasil disibakkan / dikuakkan tentang bagaimana sejarah itu sebenarnya terjadi, terutama Kuningan zaman lampau (purba, kuna, madya). Seperti halnya ada kesimpangsiuran mengenai suatu nama tokoh (Arya Kamuning/Adipati Kuningan/Adipati Ewangga), tempat (Arile/Kajene/Kadjaron?), terputusnya mata rantai genealogi, hierarki birokrasi/para penguasa, masalah waktu yang terkadang meloncat-loncat (abad 8 tiba-tiba berikutnya muncul di abad 11), dsb. Ini tentu saja membutuhkan perhatian lanjutan dari para pemerhati Sejarah Kuningan.</p>
<p>Sebab utama dari masih ada sisi gelapnya Sejarah Kuningan yang belum terungkap itu adalah karena sumber sejarahnya yang masih minim. Belum banyak sumber sejarah yang berhasil digali  tentang eksistensi Kuningan di masa lampau tersebut. Apakah sumber benda, sumber tertulis, sumber lisan, atau sumber rekaman. Sumber dalam negeri atau sumber luar negeri. Bahkan sumber sejarah Kuningan yang ada bahkan lebih cenderung banyak diambil dari sumber tradisional (tradisi lisan) yang banyak mengandung unsur mitos, dan sumber sastra sejarah yang notabene perlu disiangi lagi di dalamnya untuk mencapai tingkat kevalidan yang obyektif. Sejarah memang diharapkan yang obyektif, tetapi sulit menghindari unsur subyektifitas. Pekerjaan besar bagi masyarakat Kuningan, bagaimana berupaya mengungkap Sejarah Kuningan yang sesungguhnya secara lengkap.</p>
Posted in Sejarah, Sejarah Kuningan Tagged: Sejarah, Sejarah Kuningan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=57&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-kuningan-masih-banyak-yang-gelapnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan Seputar Sejarah Kuningan</title>
		<link>http://aditya69.wordpress.com/2009/03/20/pertanyaan-seputar-sejarah-kuningan/</link>
		<comments>http://aditya69.wordpress.com/2009/03/20/pertanyaan-seputar-sejarah-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 04:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditya69.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Berkaitan dengan pembahasan Sejarah Kuningan, ada banyak hal yang ingin diungkapkan seiring dengan pihak-pihak yang merasa penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan diantaranya:
1. Silsilah raja-raja penguasa Kuningan zaman Hindu/Budha
2. Silsilah raja-raja penguasa Kuningan zaman Islam (Sang Adipati Kuningan, Dipati Ewangga, Arya Kamuning, dll)
3. Mengungkap tokoh-tokoh seperti: Prabu Langlangbuana, Ratu Selawati,  Syekh Maulana Akbar, Syekh Maulana Arifin, Syekh Ramajaksa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=51&subd=aditya69&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berkaitan dengan pembahasan Sejarah Kuningan, ada banyak hal yang ingin diungkapkan seiring dengan pihak-pihak yang merasa penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan diantaranya:</p>
<p>1. Silsilah raja-raja penguasa Kuningan zaman Hindu/Budha</p>
<p>2. Silsilah raja-raja penguasa Kuningan zaman Islam (Sang Adipati Kuningan, Dipati Ewangga, Arya Kamuning, dll)</p>
<p>3. Mengungkap tokoh-tokoh seperti: Prabu Langlangbuana, Ratu Selawati,  Syekh Maulana Akbar, Syekh Maulana Arifin, Syekh Ramajaksa, dll.</p>
<p>4. Asal-usul kuda Kuningan, bokor Kuningan</p>
<p>4. Dan artikel sejarah Kuningan lainnya.</p>
<p>Insya Allah, kalau tak ada aral melintang, <em>as soon as possible</em>.</p>
Posted in Sejarah Kuningan Tagged: Artikel, Sejarah Kuningan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditya69.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditya69.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditya69.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditya69.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditya69.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditya69.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditya69.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditya69.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditya69.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditya69.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditya69.wordpress.com&blog=1061727&post=51&subd=aditya69&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditya69.wordpress.com/2009/03/20/pertanyaan-seputar-sejarah-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98fad6383e7c6fe1855695f5e95d4950?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditya69</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>