Menilik sejarahnya ibukota Jakarta ternyata nenek moyang orang Kuningan Jawa Barat pernah ikut andil dalam membangun pemukiman masyarakat di sana. Hal itu berawal ketika dulu, tepatnya tahun 1522, terjadi peristiwa penyerbuan pasukan Fatahillah dari kerajaan Demak untuk mengusir tentara Portugis di Batavia. Ikut bergabung di dalam pasukan tentara Fatahillah diantaranya sekelompok pasukan balabantuan yang direkrut dari Kerajaan Cirebon dan Kuningan (Jawa Barat). Kelompok pasukan dari Kuningan ini dipimpin oleh Sang Adipati Kuningan sendiri (Suranggajaya) dan panglima perangnya (senapati) bernama Ewangga. Dalam peristiwa tersebut akhirnya pasukan gabungan pimpinan Fatahillah tadi berhasil merebut Batavia dari tangan Portugis. Peristiwa gemilang ini diabadikan dengan perubahan nama Batavia dengan sebutan baru yaitu JAYAKARTA, Jaya = kemenangan, karta = abadi. Kelak nama Jayakarta ini akhirnya dikenal dengan nama JAKARTA sampai sekarang ini.
Konon setelah berhasil mengusir Portugis dari Batavia ini, balatentara pribumi yang berasal dari Demak, Cirebon, dan juga Kuningan ini sebagian ada yang kembali pulang ke kampung halamannya dan sebagian lagi ada yang tinggal menetap di Jayakarta. Dan diantara yang menetap ini adalah pasukan balatentara dari Kuningan yang akhirnya bermukim di sana mendirikan perkampungan orang Kuningan yang sampai sekarang tetap abadi dipakai sebagai daerah KUNINGAN di Jakarta Selatan.











Cerita nya Agak basi bung kami penduduk asli Kuningan Jakarta, udah mengenal cerita ini secara turun temurun bahkan kami minimal 2 kali dalam setahun berkunjung ke kuningan khususnya daerah Winduherang, karena meyakini leluhur kami dari sana…
ALEX : Alloh SWT sangat membenci orang yang sombong….!!!
Bung Alex anda tidak perlu bicara seperti itu……. malu saya ada orang kuningan yg seperti anda
artikel yang bagus…
Buat bung alex, kalau anda sudah tahu itu bagus tapi saya ingatkan kalau cerita ini memberitahu sama orang yang belum tau…!
SOMBONG KALI BUNG ALEX INI
jujur aja terharu bacanya, makasih banget buat penulis
saran buat penulis setiap orang yg ingin maju selalu ada pro dan kontra, jadi tidak usah di hiraukan orang yg kontra, masih banyak di luar sana yang pro serta setuju banget membahas kab.kuningan seperti saya ini.