Sekali lagi, saya masih menyayangkan dan turut prihatin atas kekurangtahuan masyarakat warga Kab. Kuningan yang masih “buta” akan sejarah daerahnya. Masalahnya memang selama ini pendidikan sejarah lokal Kuningan tidak dipopulerkan di bangku-bangku sekolah. Tidak hanya sekarang namun jauh-jauh sebelumnya juga entah berapa puluh tahun atau ratus tahun ke belakang kiranya Sejarah Kuningan tidak biasa diajarkan sebagai pelajaran mulok dalam pelajaran IPS. Dan menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya pihak-pihak terkait, untuk mempopulerkan sejarah Kuningan dimaksud.
Salah satu keprihatinan yang sekarang nyata ada, berwujud atau “bungkleukan” adalah mengenai nama tokoh SURANGGAJAYA yang kalah pamor atau “kasilihkeun” oleh nama Arya Kamuning dan Dipati Ewangga yang gaungnya lebih hebat. Dua tokoh yang disebutkan terakhir ini begitu kental dikenal di telinga masyarakat Kuningan karena memang nama Arya Kamuning dan Dipati Ewangga telah terpampang di muka publik, diabadikan menjadi nama jalan dan nama gedung megah di Kab. Kuningan. Lain halnya dengan nama Suranggajaya, hampir tidak dikenal, malah memang tidak dikenal, atau mungkin belum dikenal … ???
Menurut data sejarah, kedudukan Suranggajaya itu justru lebih “hebat” dari Arya Kamuning dan Dipati Ewangga. Ya Suranggajaya itulah yang menjadi Sang Adipati Kuningan tempo dulu (abad XV-XVI), sementara Arya Kamuning sebagai orang tua kepala pedukuhan Winduherang yang mengasuh/membesarkan Suranggajaya yang dititipkan Sunan Gn Jati kepadanya, dan Dipati Ewangga sebagai senapati atau panglima perang “Keadipatian” Kuningan yang dipimpin Sang Adipati Kuningan atau Suranggajaya tadi – (coba lihat catatan saya sebelumnya).
Namun di zaman sekarang, mengapa nama Suranggajaya justru tenggelam ditelan 2 nama pengiringnya yaitu Arya Kamuning dan Dipati Ewangga ? Barangkali itu letak kesalahan para orang tua kita dulu yang tidak mensosialisasikan nama Suranggajaya kepada publik. Dalam hal ini mungkin para ahli sejarah dahulu belum mendeteksi nama Suranggajaya sebagai Sang Adipati Kuningan. Dan sekarang setelah ditemukannya bukti sejarah baru bahwa Sang Adipati Kuningan itu sebenarnya adalah Suranggajaya, maka perlu mensosialisasikannya kembali kepada publik tentang nama Suranggajaya ini. Tugas siapa ini untuk mensosialisasikan nama besar Suranggajaya kepada publik ? Yang paling berkompetent tentunya pihak pemerintahan daerah Kuningan melalui pihak-pihak terkait. Mudah-mudahan nyata adanya.











semangat..salam kenal…
thanks….
di tunggu kunjungan baliknya…
hatur nuhun kana penjelasanana, insyaalloh ku abdi disebarluaskeun
Ah aink baheula sakola bola di SSB Turanggajaya jaman bupati na yeng
karunya ka urang kuningan nu t apal sajarah lemburna sorangan,terutama luragung,budak ngora ayuena t peduli kana sajarah plus ti sepuhna t aya carita nu d dugikeun sautuhna ka anak incuna,jadi sajarah ngan baruk jeung cnh,abdi bangga k akang nu tos nyadiakeun link ieu,mdh2n selalu terus d up date.
emang bener,sakola ayeuna mah loba ulinna wae,ka bapa/ibu guru,sok ajarkeun k murid” asal usul kuningan,trutama luragung
Setahu saya SURANGGAJAYA adalah pendiri dan buyut msyrakat desa cibingbin kec cibingbin di makamkannya pun di kiara gajah desa/kec cibingbin.
punten sateuacanna, eyang SURANGGAJAYA th karuhun luragung sanes? pan keur zaman sura th aya 3, SURANGGAJAYA,SURAMANGGALA,SARENG SURADIJAYA, kitu saterang abdi mh,,,
Mhun, Suranggajaya salah sawios karuhun urang Kuningan ti Luragung