Pertanyaan Seputar Sejarah Kuningan

20 03 2009

Berkaitan dengan pembahasan Sejarah Kuningan, ada banyak hal yang ingin diungkapkan seiring dengan pihak-pihak yang merasa penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan diantaranya:

1. Silsilah raja-raja penguasa Kuningan zaman Hindu/Budha

2. Silsilah raja-raja penguasa Kuningan zaman Islam (Sang Adipati Kuningan, Dipati Ewangga, Arya Kamuning, dll)

3. Mengungkap tokoh-tokoh seperti: Prabu Langlangbuana, Ratu Selawati,  Syekh Maulana Akbar, Syekh Maulana Arifin, Syekh Ramajaksa, dll.

4. Asal-usul kuda Kuningan, bokor Kuningan

4. Dan artikel sejarah Kuningan lainnya.

Insya Allah, kalau tak ada aral melintang, as soon as possible.





3 Pusat Pemerintahan (Ibukota) Kerajaan di Kuningan

17 03 2009

Menggali kembali eksistensi dari zaman pemerintahan kuna di Kuningan, setidaknya ada 3 tempat di Kuningan yang pernah dijadikan sebagai pusat pemerintahan (ibukota) kerajaan, baik kerajaan zaman Hindu/Budha maupun zaman Islam. Tiga daerah yang dimaksud adalah:

Baca entri selengkapnya »





Kerajaan Saunggalah sebagai “tandingan” Kerajaan Galuh

11 03 2009

Salah satu sumber yang memberikan informasi mengenai masa awal berdirinya Kerajaan Saunggalah, sekalipun tidak langsung, adalah naskah Carita Parahiyangan (CP). Naskah ini mengisahkan tokoh Sanjaya bahwa sebelum diakui sebagai Raja Galuh, ia harus berhadapan (mengalahkan/menundukan) tiga serangkai, yaitu Sang Wulan, Sang Tumanggal, dan Sang Pandawa. Mereka adalah tiga tokoh utama dari daerah yang disebut dengan nama KUNINGAN (Atja, 1968: 46).

Baca entri selengkapnya »





Bukti-bukti Eksistensi Kerajaan Saunggalah Kuningan (Abad ke-8 s.d 13 Masehi)

9 03 2009

Pada zaman kuna (Hindu-Budha) di Jawa Barat tumbuh pemerintahan Kerajaan Sunda yang pusat atau ibukota kerajaannya pernah berpindah-pindah. Paling tidak diketahui adanya empat buah ibukota atau pusat kerajaan selama masa Kerajaan Sunda. Keempat pusat kerajaan dimaksud adalah Galuh, Prahajyan Sunda, Kawali, dan Pakwan Pajajaran (Kartodirdjo, dkk II, 1975: 209-226). Menurut Saleh Danasasmita (1975: 47), pusat Kerajaan Sunda yang berpindah-pindah itu pernah berlokasi secara kronologis sebagai berikut: Galuh, Pakuan, Saunggalah, Pakuan, Kawali, dan Pakuan. Jadi Kerajaan Sunda itu berakhir pada waktu pusat kerajaannya berkedudukan di Pakwan Pajajaran.

Tidak jarang bahwa nama kerajaan atau negara dikenal melalui nama ibukotanya (Ayatrohaedi, 1978: 51). Dalam hal ini maka istilah Kerajaan Pajajaran dengan demikian haruslah diartikan sebagai “kerajaan yang ibukotanya bernama Pajajaran”. Demikian pula mengenai Kerajaan Saunggalah di Kuningan.

Baca entri selengkapnya »





Hipotesa: Antara “PO Luragung Jaya” dengan Sejarah Kuningan

9 03 2009

Bila kita mencermati eksistensi dari Perusahaan Otobis (PO) atau Pengusaha Kendaraan Angkutan Umum jenis Bis yang ada di Kabupaten Kuningan, sejauh yang penulis ketahui misalnya pernah ada Bis “Kuningan Jaya, Buni Geulis, Mitra Sari, Setia Negara, Aman Sejahtera, Luragung Jaya dan Putra Luragung, atau mungkin ada lagi yang lainnya” sepertinya Perusahaan Bis Luragung Jaya merupakan salah satu perusahaan yang tetap menunjukkan eksistensinya yang bertahan lama terus beroperasi sampai sekarang ini.

Terlepas dari seluk beluk urusan internal PO tersebut masing-masing seperti masalah kapan awal waktu kelahirannya (mulai beroperasi), managerialnya, mengapa akhirnya pailit, dll. Yang ingin penulis soroti adalah penggunaan nama “Luragung” dan selanjutnya tambahan kata “Jaya” di suku kata kedua, serta juga “Putra Luragung” (perusahaan anak dari Luragung Jaya) yang sepertinya pemakaian nama “Luragung” ini membawa hoki bagi kelanggengan perusahaan bis ini di saat sekarang ini di Kabupaten Kuningan. Kejadian ini dulu juga pernah dialami oleh perusahaan bis “Kuningan Jaya” yang pernah beropersi cukup lama.

Apakah memang sudah jodohnya seperti itu bahwa Perusahaan Bis milik orang Kuningan yang menggunakan nama dari “Sejarah Kuningan” membawa kiat sukses? Seperti halnya dulu kejayaan yang pernah dialami di zaman Kerajaan Kuningan (seperti dikisahkan dalam Carita Parahiyangan) dan juga eksistensi dari “Ki Gedeng Luragung” (Jayaraksa) yang mempunyai anak Suranggajaya (selanjutnya menjadi Sang Adipati Kuningan). Dua nama tersebut (Kota Kuningan dan Luragung) yang sangat kental diketahui oleh orang Kuningan, dalam sejarah memang bisa dikatakan sebagai daerah-daerah paling tua, yang pertama sebagai cikal bakalnya Kabupaten Kuningan sekarang ini.

Di zaman dulu pernah berjaya Kerajaan Kuningan, dan di zaman kini wujud replikanya diterapkan dalam bentuk pernah berjayanya dari PO Kuningan Jaya (tahun 1970-1980-an). Begitupun nama harum pedukuhan Luragung yang dipimpin Ki Gedeng Luragung di zaman lampau, sekarang replikanya berwujud kepada keharuman PO Luragung Jaya yang sekarang terlihat tetap menunjukkan eksistensinya sebagai satu-satunya Perusahaan Bis yang besar di Kabupaten Kuningan. Believe or not ? Up to you … !!!