Kalau kita cermati mengenai Sejarah Kuningan, bahwa sebenarnya Kuningan sejak dulu sepertinya sudah dikodratkan untuk mendapat predikat Daerah Agamis (berbasis agama). Hal ini kita lihat bahwa sejak munculnya nama “Kuningan” berdasarkan sumber sejarah “Carita Parahiyangan” – yang menceriterakan eksistensi Kuningan pertama kalinya, bahwa sebelumnya Sanjaya menguasai Kerajaan Galuh, dia harus mengalahkan dulu “Sang Wulan – Sang Tumanggal – dan Sang Pandawa” tiga tokoh penguasa di Kuningan (= Triumvirat), yaitu tiga tokoh pemegang kendali pemerintahan di Kuningan sebagaimana konsep “Tritangtu” dalam konsep pemerintahan tradisional suku Sunda Buhun. Sang Wulan, Tumanggal, dan Pandawa ini menjalankan pemerintahan menurut adat tradisi waktu itu, yang bertindak sebagai “sang rama”, “sang resi”, dan “sang ratu”. Sang Rama bertindak selaku pemegang (ketua) adat, Sang Resi selaku pemegang (ketua) kepercayaan/agama, dan Sang Ratu pemegang pemerintahan. Makanya Kerajaan Kuningan waktu dikendalikan tokoh “Triumvirat” ini berada dalam suasana yang gemah ripah lohjinawi, tata tentrem kerta raharja, karena masing-masing dijalankan oleh orang yang ahli di bidangnya. Tata aturan hukum/masalah adat selalu dijalankan adan ditaati, masalah kepercayaan / agama begitu juga pemerintahannya. Semuanya sejalan beriringan selangkah dan seirama.
SEJAK ZAMAN DULU KUNINGAN DAERAH AGAMIS
7 09 2007Komentar : Leave a Comment »
Tag: Sejarah, Sejarah Kuningan
Kategori : Sejarah, Sejarah Kuningan












RSS - Posts


Komentar Terakhir